Minggu, 25 Oktober 2020

Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi Dukung Pengganti Plastik Sebagai Wadah Penyimpanan Daging Kurban

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Anggota karang taruna (karta) yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang sedang membuat wadah daging kurban dari bahan ramah lingkungan. Foto: Istimewa

Ratusan komunitas dari 42 kota di Indonesia Timur menyampaikan komitmennya untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai media penyimpanan daging kurban. Mereka menggantinya dengan berbagai medium lain seperti besek, pelepah pisang dan daun jati yang lebih ramah lingkungan.

Bambang Purwanto Pentolan komunitas pecinta alam Surabaya Dagelan Adventure mengatakan, pihaknya mengganti kantong plastik sekali pakai untuk wadah daging kurban dengan besek. Pihaknya mendukung upaya pemerintah mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan. Iduladha menjadi momentum untuk membangun gerakan minimalisasi penggunaan plastik.

“Kami sangat senang dapat terlibat dalam kolaborasi bersama berbagai komunitas untuk tidak menggunakan plastik sebagai tempat menyimpan daging kurban. Dengan langkah yang baik di hari yang baik ini semoga penggunaan plastik yang kian mencemari lingkungan terus berkurang,” kata Bambang.

Kampanye penggunaan media non plastik ini merupakan bagian dari program bertajuk ‘Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi’ yang melibatkan 379 komunitas di 42 kota. Ada lebih dari 15 ribu anggota yang tergabung dalam komunitas besar ini diantaranya SuperAdventure, Bold Riders dan Heppiii Community.

Dalam program ini terkumpul hewan kurban sebanyak 5 ekor sapi dan 202 ekor kambing. Melalui kegiatan ini, ditargetkan lebih dari 5000 paket daging kurban dapat dibagikan kepada masyarakat tidak mampu dan penerima lainnya yang berhak.

Wahyudi Rosad Koordinator Karang Taruna (Karta) Lumajang mengatakan, tahun ini, sejumlah karta akan membagikan hewan kurban menggunakan pelepah pisang. Selain mengurangi sampah plastik, cara itu dilakukan untuk memanfaatkan banyaknya pelepah pisang yang tidak digunakan setelah buahnya di ambil.

“Banyak pelepah pisang yang bisa dimanfaatkan untuk media penyimpanan daging kurban. Langkah ini juga menjadi cara bagi kami di desa untuk tetap mempertahankan kearifan dan budaya lokal,” jelasnya.

Prasetyo Pemerhati sekaligus pembina Komunitas di Jawa Timur menyatakan apresiasinya terhadap langkah komunitas untuk ikut terlibat dalam kampanye mengurangi penggunaan plastik dalam setiap kegiatan. Cara ini dinilainya dapat membantu upaya pemerintah untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan plastik.

Menurutnya, kolaborasi antar komunitas di Indonesia Timur ini juga menjadi bukti pentingnya keberadaan komunitas dalam masyarakat. Komunitas tidak hanya menjadi tempat kongkow-kongkow menyalurkan hobi yang sama tapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur berbagi ini luar biasa. Kegiatannya sangat positif yaitu berbagi saat momentum yang tepat melalui kurban ketika banyak masyarakat sedang membutuhkan. Ini pantas dilanjutkan dan bisa dicontoh bagi komunitas lainnya,” pungkasnya. (bas/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2020
34o
Kurs