Sabtu, 13 Agustus 2022

Komunitas Debu Langit Distribusikan Dua Ton Beras Peringati Maulid Nabi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Komunitas Debu Langit mendistribusikan dua ton beras bagi kaum dhuafa untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: Istimewa

Komunitas Debu Langit mendistribusikan dua ton beras bagi kaum dhuafa yang ada di wilayah Sidoarjo, Surabaya, Malang Selatan, Lombok, dan Banjarnegara. Kegiatan ini memanfaatkan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mengasah kepedulian anggota komunitas terhadap kaum dhuafa yang terdampak peduli Covid-19.

Erwien Kusumawan Founder Debu Langit mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, kaum dhuafa merupakan kelompok yang paling terdampak. Itu sebabnya, Komunitas Debu Langit memilih kaum dhuafa sebagai sasaran pendistribusian dua ton beras.

“Kami melakukan survei internal, wilayah mana saja yang terdapat kaum dhuafa dan layak menerima bantuan beras. Dari survei tersebut, kaum dhuafa yang masih membutuhkan uluran tangan ada di wilayah Sidoarjo, Surabaya, Malang Selatan, Lombok dan Banjarnegara,” tukas Erwien berdasarkan keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net.

Beras yang didistribusikan tersebut, kata Erwien, kualitas premium dengan harapan kaum dhuafa bisa mengkonsumsi beras seperti halnya yang dikonsumsi masyarakat umum.

“Jika kita memberi sesuatu kepada orang lain, harus kualitas yang terbaik. Ini juga sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW, dimana beliau rela memberikan barang berharga yang dimiliki untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan,”ungkapnya.

Beras premium sebanyak DUA ton ini, jelas Erwien, merupakan donasi tahap pertama dari Komunitas Debu Langit. Distribusi beras premium terus akan dilanjutkan lagi sesuai dengan program yang akan dijalankan oleh Komunitas Debu Langit.

“Jadi tidak berhenti dalam momen peringatan Maulid Nabi saja, tapi terus dilakukan sesuai program komunitas. Sedangkan sumber dana berasal dari para donatur tetap Komunitas Debu Langit dan masyarakat luas yang ikut berpartisipasi,” papar Erwien.

Erwien menambahkan pandemi Covid-19 bukan jadi penghalang anggota komunitas untuk berbagi rejeki. Justru ini merupakan ujian kepekaan sosial anggota apakah dalam kondisi yang serba sulit saat ini masih mau berbagi dengan ikhlas kepada kaum dhuafa yang notabene mereka adalah kelompok yang membutuhkan pertolongan.

“Kami terus membuka diri untuk menerima donasi apapun bentuknya dari masyarakat. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian di saat pandemi seperti saat ini,” pungkas Erwien.(ant/tin/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 13 Agustus 2022
24o
Kurs