Minggu, 29 Mei 2022

Kupas Daring Hokosan, Genre Baru Batik Jawa Timur

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
flyer

Komunitas Batik Surabaya (Kibas) di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB mengupas keberadaan Hokosan sebagai genre baru Batik Jawa Timur melalui saluran daring (dalam jaringan/online), Sabtu (30/5/2020).

Hokosan adalah kepanjangan Hokokai Pamekasan. Hokokai adalah gaya Batik yang muncul di era penjajahan Jepang, gaya yang unik dengan warna dan style berbeda dengan yang ada saat itu.

Munculnya motif baru ini memberikan karakter sebagai kemunculan era baru yang patut diperhitungkan. Hokosan adalah sebuah pengembangan style Hokokai yang mendapat sentuhan kedaerahan Madura, secara khusus di Pamekasan.

Perjuangan panjang dari awal 2010 hingga hari ini, tetapi hasil yang didapat tidak mengecewakan. Di antaranya dengan harga jual Batik Hokosan sendiri mulai di bawah Rp500 ribu sampai tembus harga Rp30 juta rupiah.

Kehalusan proses Cantingan serta teknik pewarnaan yang khas menjadikan Hokosan memiliki karakter sebagai Batik berkualitas tinggi. Teknik pewarnaan Tsunami merupakan satu karakter yang kemudian dimunculkan para perajin Batik di Pamekasan.

Awalnya Hokosan dibidani dan dikembangkan Rusydi, seorang keturunan ahli warna atau pewarnaan asal Pamekasan. Saat ini style Hokosan menyebar hampir ke seluruh Pamekasan, bahkan Batik Hokosan sudah menjadi rujukan Batik kualitas tinggi Jawa Timur.

“Barangkali belum banyak yang tahu bagaimana dan seperti apa keberadaan Batik Hokosan itu. Kami undang pecinta Batik, generasi milenial, yang belum mengenal Batik Hokosan. Selain bentuk edukasi ini juga akan memberikan pemahaman tentang Batik Hokosan sendiri,” ujar Dr Lintu Tulistyantoro Ketua Komunitas Batik Jawa Timur, Rabu (27/5/2020).

Selain menghadirkan Dr. Lintu Tulistyantoro sebagai Ketua Komunitas Batik, pada Google Meet seri Diskusi Kibas 2, Sabtu (30/5/2020) juga mengundang Rusdy Bawazier Nargis praktisi Batik Hokosan Pamekasan.(tok/den/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
29o
Kurs