Selasa, 2 Juni 2020

Malaysia Perpanjang Lockdown Hingga 28 April 2020

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Tan Sri Muhyiddin Yassin Perdana Menteri Malaysia. Foto : Malay Mail
Pemerintah Malaysia memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown selama dua pekan ke depan, yaitu sampai 28 April 2020.

Kebijakan itu diumumkan Muhyiddin Yassin Perdana Menteri Malaysia dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, Jumat (10/4/2020), dan diambil atas nasehat dari kementerian kesehatan dan pakar medis.

“Pelanjutan waktu Perintah Kawal Pergerakan (PKP) ini dibuat untuk memberi ruang kepada petugas-petugas kesehatan memerangi penularan Covid-19, selain mengelakkan penularan wabah ini dalam masyarakat,” katanya, dilansir Antara.

Menurut dia, perpanjangan masa lockdown itu selaras dengan pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyarankan negara-negara untuk tidak mengakhiri kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat terlalu awal.

“Sebagaimana yang terjadi di beberapa buah negara, penularan wabah ini meningkat kembali apabila PKP ditamatkan. Apa yang saya hendak sebutkan di sini ialah kita mesti bersedia berhadapan dengan situasi ini bagi masa yang agak lebih lama, mungkin berlanjut untuk tempo beberapa bulan, sebelum kita dapat betul-betul pastikan penularan wabah ini diatasi seratus persen,” katanya.

Dia mengatakan kehidupan mungkin tidak bisa kembali seperti semula selagi virus itu masih ada. Pembatasan jarak fisik, katanya, harus diteruskan, demikian pula dengan kebiasaan untuk menjaga kebersihan serta menghindari perkumpulan dan tempat yang banyak orang.

“Bulan Ramadhan akan menjelang tiba tidak lama lagi. Kita tidak boleh ke bazar Ramadhan untuk membeli camilan berbuka puasa, tidak boleh ke masjid untuk bertarawih. Jadi, bertarawih lah di rumah bersama keluarga. Mungkin juga kita tidak boleh balik ke kampung seperti biasa,” katanya.

Sebelumnya dalam suatu laporan, Muhyiddin mengatakan bahwa, berdasarkan situasi terkini, pelaksanaan PKP telah dapat membantu para petugas kesehatan mengawal penularan Covid-19 ke satu tahap yang agak stabil.

“Menurut anjuran yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan Malaysia, PKP yang dilaksanakan dalam tempo hampir sebulan yang lalu telah sedikit banyak mengurangi penularan Covid-19,” katanya.

Dengan berbagai upaya yang telah dijalankan, kasus-kasus positif Covid-19 terkawal pada kadar 7 persen, yaitu di bawah ketentuan 10 persen yang ditetapkan WHO.

“Tingkat kematian akibat wabah ini juga adalah rendah yaitu 1.6 persen berbanding 5.8 persen kadar kematian di peringkat dunia. Sejauh ini, sebanyak 1,830 orang pasien telah keluar dari rumah sakit. Ini bermakna 43 persen pasien COVID-19 telah pulih. Hari ini saja jumlah pasien yang pulih sebanyak 220 orang, melebihi jumlah kasus positif baru yaitu sebanyak 118 kasus,” katanya. (ant/ang/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Nur Aini Kusuma

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Selasa, 2 Juni 2020
29o
Kurs