Rabu, 20 Oktober 2021

Motivasi Diri Prioritas Utama Sebelum Mengingatkan Orang Lain Soal Prokes

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tim humas Untag Surabaya, bersama Karolin Rista (baju hijau). Foto: Karolin Rista

Motivasi diri pribadi bahwa memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak adalah bagian penting untuk ikut serta memutus paparan Covid-19, hingga hari ini tetap menjadi prioritas utama sebelum mengingatkan orang lain tentang pandemi Covid-19 yang memang belum usai hingga hari ini.

“Yang penting buat aku adalah memotivasi diri sendiri, meyakinkan diri pribadi untuk tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak. Dengan memiliki kesadaran pribadi sendiri tentang hal itu, paling tidak kita sudah ikut serta memotong paparan Covid-19,” terang Karolin Rista, S.Psi., M.Psi., Kepala bagian (Kabag) Humas & Protokoler Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kamis (15/10/2020).

Kalau diri pribadi sudah menyadari betapa penting melaksanakan protokol kesehatan, tambah Karolin, maka pada keseharian kewajiban memakai masker, mencuci tangan dan manjaga jarak sebagai bagian dari protokol kesehatan dapat dijalani dengan penuh kesadaran dan tanpa tekanan.

Di awal pandemi, kewajiban menjalani protokol kesehatan ditegaskan Olin sapaan Karolin Rista, menjadi semacam kebiasaan baru yang memberatkan dan mengganggu keseharian aktivitasnya sebagai humas sebuah perguruan tinggi dikawasan Semolowaru, Surabaya tersebut.

“Termasuk penerapan PSBB yang mau tidak mau membuat masyarakat tinggal di rumah saja. Lalu plasa dan mall membatasi jam operasional, pasar tradisional tutup, kampus mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi daring, rasanya itu semua menjadi sebuah siksaan yang mau tidak mau juga harus dijalani siapa saja. Benar-benar berat, bosan, dan tidak menyenangkan,” tambah perempuan asal Papua ini.

Tetapi dengan kesadaran bahwa kebiasaan baru dalam kaitannya dengan protokol kesehatan itu menjadi satu diantara upaya penting memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang memang hingga hari ini masih belum ditemukan obatnya tersebut akhirnya menjadi pilihan utama dan penting untuk dijalani.

Olin memilih memotivasi diri pribadinya dengan memperbanyak membaca dari banyak sumber terkait dengan pandemi Covid-19. “Dan setelah mengetahui bagaimana pandemi Covid-19 ini, maka keputusan untuk mematuhi dan menjalankan prrotokol kesehatan semakin kuat,” tukas Olin.

Di lingkungan kerjanya, Olin selalu berusaha untuk menyampaikan protokol kesehatan seperti melakukan penyemprotan disinfektan ke badan sebelum memasuki ruang kerja di kantor, dengan cara yang menyenangkan tetapi sekaligus tegas, terhadap sesama rekan kerja di bagian humas dan protokol Untag Surabaya.

“Biasanya aku dan kawan-kawan saling mengingatkan. Kalau ada yang lupa tidak pakai masker atau belum melakukan penyemprotan buat dirinya sendiri, kita saling mengingatkan Dengan sedikit bercanda. Tapi tetap tegas, karena ini semua demi kesehatan kita semua kan???” kata Olin.

Demikian halnya ketika Olin ada di kampus dan melihat mahasiswa yang tidak memakai masker atau memakai masker tetapi tidak benar, maka Olin mengingatkannya. “Karena itu yang paling utama adalah kesadaran diri sendiri untuk patuh pada protokol kesehatan dan menjalankannya, sebelum mengingatkan orang lain,” pungkas Olin, Kamis (15/10/2020).(tok/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Rabu, 20 Oktober 2021
27o
Kurs