Minggu, 27 September 2020

Pandemi, Dinkop Surabaya Bebaskan Sewa Stand Sentra Wisata Kuliner

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Semua pemilik stand diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Bagi penjual makanan harus tetap mengenakan masker dalam menyiapkan pesanan, seperti salah satu lapak nasi goreng di SWK Arif Rahman Hakim ini. Foto: Anton suarasurabaya.net

Sejak pandemi terjadi, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya tetap buka dengan standar protokol kesehatan. Pelanggan tetap bisa menikmati berbagai kuliner unggulan SWK Surabaya meski dengan kondisi yang agak berbeda.

“Kita tidak menutup SWK, agar ekonomi di tingkat UMKM bisa terus bergulir. Hanya memang ada standar kesehatan yang mesti diterapkan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19,” kata Widodo Suryantoro Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya.

Malah selama pandemi ini, Dinkop Surabaya melakukan banyak hal untuk para pedagang di SWK, termasuk bantauan-bantuan langsung maupun tidak langsung.

Diantara stimuli yang diberikan kepada para pedagang yakni membebaskan retribusi sewa stand selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Sebelumnya, retribusi sewa stand dikenakan kepada para pedagang sebesar Rp60 ribu-Rp 90 ribu per bulan sesuai besaran stand. Selama PSBB, mulai Maret 2020 dibebaskan hingga masa PSBB usai.

Bahkan hingga masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), sebenarnya program bebas biaya sewa stand bagi para pedagang SWK Surabaya belum dicabut.

“Tapi para pedagang justru memiliki inisiatif sendiri untuk kembali membayar sebagai bentuk tanggung jawabnya. Ini kan niat baik yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Inisiatif itu, dikatakan, boleh jadi karena semasa AKB pedagang sudah boleh melayani pembelian di tempat dengan standar protokol kesehatan dan sudah tidak hanya melayani take away.

Selain membebaskan biaya sewa stand, Dinkop dan Usaha Mikro Surabaya juga ikut mengajukan kepada Dinas Sosial Surabaya tentang bantuan paket sembako bagi para pedagang kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

Paket sembako itu berisi antara lain beras, mie instan, minyak goreng, dan lain-lain. Mekanisme penyaluran diterimakan lansung kepada para pedagang di SWK Surabaya, dengan besaran disesuaikan kebutuhan masing-masing.

Disamping itu, pedagang juga mendapatkan bantuan kemudahan terkait penjualan online yang dikerjasamakan dengan pihak lain untuk layanan take away.

Dan tak ketinggalan bantuan yang terkait dengan protokol kesehatan, seperti alat semprot disinfektan, wastafel, hand soap, hand sanitizer, face shield di area SWK yang tersebar di 44 titik di Surabaya. (cus/tin/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Minggu, 27 September 2020
35o
Kurs