Senin, 3 Agustus 2020

Panen Padi di Tengah Pandemi untuk Ketahanan Pangan Dhuafa

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Pak Sukimin dan Pak Tambar memanen padi di desa Cabean, kecamatan Sawahan, kabupaten Madiun. Foto: Humas LMI

Pak Sukimin dan Pak Tambar akhirnya bernapas lega. Meski tidak banyak, tapi bibit padi yang ditanamnya beberapa bulan lalu, kini bisa dituai. Tidak banyak, sekitar 4.505 KG. Tapi, bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan orang-orang fakir, miskin, dan dhuafa mitra Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq (Laznas LMI).

Pak Sukimin dan Pak Tambar tidak sendiri. Mereka dibantu empat warga lain untuk menyelesaikan panen itu.

“Alhamdulillah bisa panen. Di era yang serba sulit ini, era pasca pandemi Corona, masih bisa panen yang akan dibuat untuk ketahanan pangan fakir dan miskin,” ujar Edi Prayitno selaku Pendamping Program Ijapro di Kabupaten Madiun, Jawa Timur,(14/7/2020).

Luas sawah yang digarap sekitar 0,75 Ha, berada di desa Cabean, kecamatan Sawahan, kabupaten Madiun.

“Panen kali ini sudah ke-4 dari beberapa panen yang sudah pernah dilaksanakan. Kali ini tidak bisa banyak dari sebelumnya, sebab selain karena pandemi, juga karena serangan hama Belalang dan Wereng,” tambahnya.

Setelah panen, padi tersebut akan diproses berupa penjemuran, penggilingan, pengemasan, lalu terakhir didistribusikan. Beras-beras yang ditanam dengan penuh kesabaran ini, akan dikirim ke masjid-masjid mitra LMI di Jawa Timur. Setelahnya, akan dibagikan ke fakir dan miskin.

“Setelah panen di Madiun ini, kami akan bekerja sama dengan masjid-masjid di Jawa Timur sebagai mitra untuk mendistribusikan kepada warga sekitar masjid, terlebih yang fakir dan miskin,” katanya.

Andri Afianto Manajer Pemberdayaan Laznas LMI berharap, di era pandemi ini masyarakat bisa berbondong-bondong untuk menyiapkan pangan untuk masyarakat, terlebih yang membutuhkan.

“Mari kita bantu petani, beli gabah mereka dengan harga yang lebih layak, hasil panennya kita distribusikan lagi untuk membantu masyarakat miskin,” katanya.

Sampai saat ini, Laznas LMI memiliki wakaf Infaq Jariyah Produktif (IJAPRO) berupa tanah yang digarap untuk menanam padi di Madiun dan Pasuruan. (bas/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
27o
Kurs