Minggu, 31 Mei 2020

Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden Republik Indonesia. Foto : Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden menyatakan, perlindungan tenaga kesehatan dan penyediaan obat serta alat-alat kesehatan betul-betul menjadi prioritas Pemerintah.

Pernyataan tegas itu disampaikan Jokowi, siang hari ini, Senin (30/3/2020), dalam rapat kabinet terbatas membahas penanganan pandemi Covid-19 melalui telekonferensi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Pastikan seluruh dokter, tenaga medis, perawat bisa bekerja dengan aman dengan peralatan kesehatan yang memadai. Pada 23 Maret lalu, pemerintah pusat telah mengirimkan 165.000 alat pelindung diri (APD) ke setiap provinsi. Saya juga minta itu betul-betul dipantau. Dari provinsi harus segera dikirim, ditransfer lagi ke rumah-rumah sakit yang ada di daerah sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat,” ujar Presiden.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, sampai sekarang, stok APD makin terbatas.

Berdasarkan perhitungan, Indonesia membutuhkan kurang lebih 3 juta APD sampai akhir Mei. Karena itu, Presiden meminta agar dilakukan percepatan pengadaan APD.

“Saya juga minta agar digunakan produk dalam negeri. Karena data yang saya terima, ada 28 perusahaan produsen APD di negara kita,” imbuhnya.

Untuk mendukung produksi APD tersebut, Presiden meminta agar impor bahan bakunya dipermudah.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga meminta dilakukan percepatan pengembangan agar ventilator bisa diproduksi di dalam negeri.

Selain alat kesehatan, Presiden juga meminta jajarannya memperhatikan ketersediaan alat tes cepat (rapid test), polymerase chain reaction (PCR), dan viral transport media (VTM) untuk kecepatan pemeriksaan di laboratorium.

Khusus untuk rapid test, Presiden kembali menegaskan agar tenaga-tenaga kesehatan beserta seluruh lingkaran keluarganya dan khususnya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jadi prioritas.

“Banyak yang menyampaikan mengenai perangkat uji lab, seperti reagen PCR, VTM, semuanya meminta itu sehingga pengadaan untuk ini juga tolong diperhatikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta jajarannya membangun sistem informasi pelayanan di rumah sakit rujukan, termasuk ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit darurat seperti di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Sistem pendaftaran yang terintegrasi dengan online sehingga semuanya bisa lebih cepat terlayani,” tandasnya.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020
32o
Kurs