Selasa, 16 Agustus 2022

Pemprov Jatim Turut Berduka Atas Meninggalnya Perawat RS Royal

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur. Foto : Istimewa

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menyatakan duka citanya atas meninggalnya seorang perawat di salah satu rumah sakit di Surabaya yang diduga berkaitan dengan infeksi Covid-19.

“Kami berduka, kita dengar ada perawat yang meninggal dunia. Atas nama Pemprov Jatim, kami sampaikan duka cita mendalam,” ujarnya dalam konferensi pers di Grahadi, Senin (18/5/2020) malam.

Sebagaimana diketahui, Ari Puspita Sari seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya meninggal pada Senin di RSAL dr Ramelan Surabaya setelah menjalani perawatan selama tiga hari.

Perawat yang sedang mengandung janin dan mengalami gejala mirip Covid-19 itu kondisinya semakin memburuk meski sudah mendapatkan perawatan secara intensif di RSAL Surabaya.

Senin pagi sekitar pukul 10.50 WIB, dokter di RSAL menyatakan bahwa nyawa perawat itu sudah tidak bisa diselamatkan. Informasi tentang meninggalnya perawat ini sempat viral di media sosial.

Emil mengatakan, kejadian meninggalnya perawat RS Royal ini akan menjadi ruang bagi pemerintah untuk terus memperbaiki sistem.

“Tentu, setiap hal seperti ini akan menjadi ruang untuk melakukan pembenahan terkait sistem yang ada.”

Sampai saat ini, Pihak RS Royal Surabaya menyatakan bahwa hasil swab tes PCR perawat Ari belum keluar. Pihak RS juga mengakui, meski mengandung Ari tetap bekerja merawat pasien.

Dokter Dewa Nyoman Sutanaya Juru Bicara Covid-19 RS Royal Surabaya mengakui, Ari memang masih merawat pasien meski mengandung. Namun dia tegaskan, Ari tidak dilibatkan merawat pasien Covid-19.

“Saya tekankan, yang bersangkutan hamil tapi masih merawat, memang iya. Tapi bukan merawat pasien Covid-19. Secara prosedur, karyawan hamil tidak dilibatkan langsung menangani Covid-19,” katanya.

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Gugus Kuratif Covid-19 di Jatim menjelaskan, orang hamil termasuk dalam kategori orang rentan terjangkit Covid-19 karena imunitasnya yang berubah.

Joni bahkan mengatakan, orang hamil masuk dalam kategori premorbid atau penyakit penyerta yang bisa menimbulkan risiko kematian pada pasien terjangkit Covid-19.

“Jantung, Diabetes, TBC, ketuaan, orang hamil itu betul-betul harus dijaga. Imunitas orang yang sedang hamil itu berubah. Respons terhadap virus dan penyakit juga berubah,” kata Joni di Grahadi.

Sebab itulah, Joni menekankan pentingnya masyarakat memahami fungsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, salah satu fungsi PSBB ini adalah melindungi orang dengan premorbid.

“Seperti orang dengan diabetes kemungkinan mortalitas akibat Covid-19 itu 1,6 kali lebih besar dari orang normal. Jantung lebih besar lagi. Termasuk orang lansia, risikonya 2,51 kali lebih besar,” katanya.

Joni tegaskan lagi bahwa orang-orang berisiko tinggi terjangkit Covid-19 itu, selama masa PSBB berlaku baik di Surabaya Raya maupun di Malang Raya harus betul-betul diterapkan phisycal distancing yang lebih ketat.

Adapun data kematian akibat Covid-19 di Jatim pada Senin (18/5/2020) bertambah sebanyak 13 orang. Ada 10 orang meninggal di Surabaya, dua orang di Sidoarjo, dan satu orang di Ponorogo.

Total kematian akibat Covid-19 secara kumulatif sampai Senin malam menjadi 224 orang atau setara 9,82 persen dari total kasus positif yang saat ini tercatat sebanyak 2.281 kasus.

Meninggalnya perawat Ari tidak termasuk dalam daftar pasien Covid-19 yang meninggal, karena sampai sekarang hasil swab tes PCR terhadap Almarhumah masih belum keluar. (den/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
25o
Kurs