Kamis, 4 Maret 2021

Pentas Virtual, Estetika Seni Tidak Hilang dan Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ilustrasi. Protokol kesehatan tetap dijalankan pada pementasan virtual seni tradisional di kanal Cak durasim TBJT. Foto: Humas TBJT

Pementasan seni secara virtual di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, mewajibkan banyak hal yang harus dijalani agar penampilan seni tetap sesuai dengan estetika sekaligus protokol kesehatan tetap dijalankan.

Agus Ramayan Kepala Taman Budaya Jawa Timur menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya memang terus bersama-sama dengan para seniman termasuk para seniman tradisional untuk berproses sembari melakukan evaluasi tentang pentas virtual agar ditemukan format maksimal pada pementasannya.

“Estetika seni tetap harus muncul dan jangan dihilangkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Secara khusus kami mengajak seniman tradisional untuk mencari format yang pas, agar pementasan seni secara virtual itu tetap menarik. Estetika tidak ditinggalkan, dan protokol kesehatan tetap dijalankan,” terang Agus Ramayan.

Dari beberapa kanal yang dimiliki, lanjut Agus sejumlah pementasan kesenian memang sudah ditampilkan secara periodik. Mulai dari festival Jaranan hingga festival Dagelan yang sebelumnya digelar di pendopo TBJT, berubah menjadi pertunjukan melalui layar virtual yang hanya bisa dinikmati melalui layar gadget, laptop atau komputer.

“Kendala yang kami hadapi adalah penyesuian. Penampilan pertunjukan melalui media online atau virtual memang berbeda. Kami terus berproses bersama rekan-rekan seniman guna menemukan format pertunjukan virtual yang pas, menarik,” tambah Agus.

Estetika dalam penampilan kesenian tradisional, kata Agus tetap harus dijaga. Tetapi bagaimana memformulasi esensi, estetika, etika dalam seni pertunjukan tradisional misalnya yang sesuai dengan protokol kesehatan. Penjajakan terus dilakukan bersama-sama, dalam proses mencari format yang tepat tersebut.

Namun demikian, pementasan secara virtual hingga hari ini masih menjadi satu-satunya pilihan dalam rangka untuk terus menampilkan beragam kesenian di Taman Budaya Jawa Timur.

“Rasanya memang melalui layar virtual itu, penampilan atau pementasan seni secara periodik dapat kami tampilkan,” tegas Agus.

Agus menegaskan kembali, bahwa pihaknya tetap akan berproses bersama dengan para seniman untuk mencari format penampilan yang pas dalam rangka pementasan secara daring dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sekaligus menampilkan estetika seni yang sesuai. (tok/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Dua Pelanggaran dalam Satu Foto

Atap Ambruk di Rangkah

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Surabaya
Kamis, 4 Maret 2021
28o
Kurs