Kamis, 11 Agustus 2022

Pertimbangkan Psikologi Warga, Pemkab Sidoarjo Putuskan Mengakhiri PSBB

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Nur Ahmad Syaifudin Plt Bupati Sidoarjo saat talkshow dalam program "Wawasan" di Radio Suara Surabaya, Kamis (7/5/2020). Foto: Purnama suarasurabaya.net

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memutuskan untuk mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mulai menuju transisi tatanan kehidupan normal baru (new normal).

Nur Ahmad Syaifudin, Plt Bupati Sidoarjo mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan tren kasus Covid-19 yang sudah turun dan psikologis masyarakat.

“Pertimbangannya, trennya sudah turun. Begitu juga dengan prosentase penambahan confirm dan meninggal sudah turun, meski belum sesuai dengan target awal. Kedua, memperhatikan psikologi masyarakat, penerimaan masyarakat. Kata-kata PSBB ini membuat masyarakat sedikit agak trauma,” katanya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (8/6/2020).

Menurut Nur Ahmad, pada masa PSBB jilid 3, pihaknya sudah menyiapkan transisi menuju tatanan kehidupan normal baru.

“Pada PSBB ketiga, melalui program Kampung Tangguh, sudah kami arahkan bahwa sentral kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 ada di desa. Mulai dari edukasi sampai sosialisasi, Di masa transisi, kami tetap mendukung program ini dengan APBD,” ujarnya.

Mengingat berakhirnya masa PSBB tidak berarti akhir dari pandemi Covid-19, kata Nur, masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan dan rapid test masih terus dilakukan.(iss/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs