Selasa, 2 Juni 2020

Pertumbuhan Kasus Covid-19 di Jatim Melambat, Tanda Munculnya Kekebalan Kelompok

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Konferensi pers terkait Covid-19 Jatim di Gedung Grahadi, Selasa (31/3/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penambahan pasien dalam pemantauan (PDP) maupun pasien positif Covid-19 di Jatim tidak terlalu banyak dibandingkan orang dalam pemantauan (ODP).

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jatim menyatakan harapannya, bahwa lambatnya penambahan PDP dan pasien confirm Covid-19 itu pertanda baik.

“Pertumbuhan lambat PDP dan confirm (Covid-19) ini moga-moga suatu tanda bahwa sudah muncul herd immunity atau kekebalan kita semua untuk melawan Covid-19, moga-moga itu yang terjadi,” katanya di Grahadi, Selasa (31/3/2020).

Berdasarkan data yang disampaikan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, hanya ada tambahan dua kasus positif Covid-19 yang tercatat sampai Selasa sore. Totalnya menjadi 93 kasus.

Sedangkan jumlah PDP, memang bertambah 54 kasus dalam sehari menjadi
54 pasien dalam pengawasan (PDP). Kemarin 366 orang, sekarang 420 orang. Tapi penambahan ini lebih kecil dari ODP.

Jumlah ODP di Jatim bertambah 753 orang dalam sehari. Sangat signifikan. Kemarin 5.812 orang, sekarang 6.565 orang. Menurut dr Joni, ini justru hal yang baik, yang mana tim tracing berhasil mendeteksi orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif.

“Saya kalau melihat angka-angka itu, juga, pasien-pasien yang datang ke rumah sakit sekarang ini yang berat-berat sudah berkurang. Di RS dr Soetomo misalnya, yang datang itu antara yang sedang atau ringan. Artinya mereka sudah punya imunitas,” ujarnya.

Kepada Khofifah dia bilang, mudah-mudahan ikhtiar spiritual yang selama ini terus didengungkan oleh Gubernur itu diijabah oleh Tuhan. Sehingga tidak sampai Mei, badai Covid-19 ini sudah tuntas.

“Tapi kita harus tetap waspada. Pakai masker terus, karena kita ada di daerah terjangkit. Lalu social distancing dan physical distancing. Mudah-mudahan kita sudah punya antibodi untuk melawan Covid-19,” katanya.

Perlu diketahui, herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika banyak orang dalam suatu kelompok masyarakat punya imunitas untuk melawan virus dalam tubuh mereka.

Ketika banyak orang sudah memiliki kekebalan, maka virus itu menghilang dengan sendirinya. Herd immunity, menurut para ahli, mampu melindungi kelompok rentan seperti lansia, bayi, dan orang dengan penyakit kronis.

Sembuhnya seorang pasien positif Covid-19 di Surabaya, yang sudah berusia 76 tahun atau sudah lanjut usia, mudah-mudahan juga menjadi tanda bahwa herd immunity masyarakat Jatim sudah sembuh dan Covid-19 segera berlalu.(den/ang/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Nur Aini Kusuma

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Selasa, 2 Juni 2020
29o
Kurs