Minggu, 18 April 2021

Polisi Buru Identitas Diduga Jaringan ISIS di Mojokerto

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Polres Kabupaten Mojokerto memeriksa rumah diduga jaringan ISIS. Foto: Fuad Maja FM

Sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan nama Syamsul Hadi Anwar warga, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditemukan di markas jaringan ISIS di Yaman viral di media sosial. Polisi, saat ini tengah memburu kebenaran identitas tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexsander mengatakan, meski beberapa pihak menegaskan identitas atau KTP atas nama Syamsul Hadi Anwar yang beralamat di Kecamatan Sooko ini tidak ada, pihaknya tetap akan melakukan penelusuran.

“Kita dari Polres Kabupaten Mojokerto bersama stakeholder terkait beserta Dispendukcapil telah melakukan pengecekan langsung keberadaan rumah yang sesuai dengan KTP yang viral di Yaman, dan memastikan itu tidak benar,” terangnya

Sesuai dengan penelusuran Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto bahwa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Samsul Hadi Anwar bukan merupakan warga dari Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Hal tersebut juga diperkuat dengan silsilah rumah yang dimaksud dalam KTP tersebut merupakan rumah dari saudara Subhan, yang saat ini berada di Kalimantan Tengah.

“Tahun 2015 rumah yang ada tepat di belakang kami disewa salah satu koperasi yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto selama dua tahun. Dan akhir tahun 2017 sudah tidak ada yang menempati kembali sampai dengan hari ini,” tambahnya.

KTP a/n Syamsul Hadi Anwar yang ada di dalam video pengerebekan markas jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula. Foto: Fuad Maja FM

Meski demikian, proses penyelidikan dan penelusuran KTP atas nama Samsul Hadi Anwar ini akan terus dilakukan.

“Tidak terputus sampai dengan sekarang ini. Kami masih melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait kami juga mencari informasi tambahan alamat ataupun juga nama yang meninggalkan terkahir atau pernah tinggal di sini untuk bisa menggali lebih dalam untuk bisa kita pastikan,”tegasnya.

Dirinya menegaskan,  KTP dengan nama Samsul Hadi Anwar yang tengah viral merupakan cetakan lama yang bersifat manual.

“Palsu, kita mengarahnya ke sana. Karena KTP ini bersifat manual bukan e-KTP. Untuk lebih jelasnya kita akan lakukan tahapan penyelidikan dan mengali informasi. Yang jelas yang bersangkutan tidak pernah tinggal disini,”tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Polda Jatim untuk bisa bekerja sama dengan BNPB untuk mengali informasi lebih mendalam.

Bambang Wahyu Adi Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan pasca beredarnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Syamsul Hadi Anwar yang ditemukan di markas persembunyian ISIS-Al Qaeda yang menyebutkan adanya warga Mojokerto.

“Sudah kami cari berdasarkan NIK dan nama pada KTP tersebut. Hasilnya, tidak ada datanya sama sekali, tidak ada di data base kami,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Fuad Reporter Maja FM, Senin (31/08/2020).

Kasus ini menguap setelah sebelumnya, Minggu (30/8/2020) beredar video pengerebekan markas jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula (AQAP) di Al Bayda, Republik Yaman oleh milisi Houthi tersebar di media sosial. Ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia warga Kabupaten Mojokerto dan uang pecahan rupiah. (fad/dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Minggu, 18 April 2021
33o
Kurs