Senin, 3 Agustus 2020

Presiden Menginginkan TNI-Polri Masa Depan yang Gesit, Adaptif, dan Inovatif

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden memberikan arahan kepada Capaja TNI-Polri tahun 2020, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden mendorong percepatan penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan big data oleh anggota TNI dan Polri, di tengah pandemi Covid-19.

Karena, dunia berubah begitu cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor kehidupan, termasuk bidang militer. Sehingga, tantangan yang dihadapi jauh lebih berat, dinamis, dan kompleks dari sebelumnya.

Imbauan itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara pembekalan calon perwira remaja (Capaja) TNI-Polri tahun 2020 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

“Teknologi militer berkembang dengan cepat. Teknologi militer terkini menggabungkan instrumen persenjataan dengan penggunaan kecerdasan buatan. Teknologi automatisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada pengindraan jarak jauh semakin canggih. Komputasi kuantum juga telah mengarah pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber. Sedangkan tantangan kejahatan yang dihadapi kepolisian juga sangat berat. Kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Presiden meminta para Capaja TNI-Polri mau terus belajar, baik secara mandiri mau pun melalui institusi.

Capaja TNI-Polri juga dituntut tidak lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, bekerja secara monoton, atau menggunakan kemampuan yang standar saja.

“Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki sikap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja. Harus semakin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat adaptasi, dan selalu berpikir inovatif, dan harus lebih baik dan lebih cepat dibanding negara lain,” tegasnya.

Lebuh lanjut, Kepala Negara mengingatkan para Capaja TNI-Polri untuk terus konsisten terhadap ideologi negara Pancasila, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika, dan tujuan-tujuan besar negara.

Capaja TNI-Polri juga dituntut memiliki jiwa ksatria, pantang mundur, dan selalu optimis pada kejayaan dan kemajuan bangsa.

“Saya berpesan agar selalu merawat semangat persatuan-kesatuan, semangat persaudaraan dan gotong-royong. Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara. TNI dan Polri harus bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa ke depan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden berpesan agar para Capaja tidak melupakan dukungan dan doa dari orang tua. Presiden juga berterima kasih kepada segenap pimpinan TNI-Polri, termasuk para pendidik, pelatih, dan pengasuh jajaran Akademi TNI dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

“Kerja keras dan pengabdian saudara akan selamanya dikenang oleh anak-anak didik saudara-saudara dan menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan bangsa,” pungkasnya.(rid/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Meinara Iman Dwihartanto

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
30o
Kurs