Sabtu, 29 Januari 2022

Presiden Optimistis Tahun 2021 Industri Pariwisata Indonesia Bangkit dari Keterpurukan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden. Foto: Biro Pers Setpres

Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling merasakan dampak buruk dari pandemi Covid-19.

Di Indonesia, sejumlah objek wisata seperti hotel dan restoran harus mengurangi waktu operasionalnya, bahkan tidak sedikit yang terpaksa tutup.

Merespons permasalahan itu, Joko Widodo Presiden menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang akan segera diimplementasikan.

Pertama, menyiapkan program perlindungan sosial untuk pekerja sektor pariwisata.

Dalam rapat kabinet melalui video konferensi yang digelar siang hari ini, Kamis (16/4/2020), Jokowi meminta jajarannya menjamin program itu tepat sasaran.

Yang kedua, pemerintah berencana melakukan realokasi anggaran yang ada di Kementerian Pariwisata, ke program padat karya khusus untuk para pekerja sektor pariwisata.

Langkah ketiga, lanjut Presiden, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi untuk para pelaku usaha sektor pariwisata serta ekonomi kreatif, supaya bisa bertahan, dan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Jokowi optimistis, anjloknya industri pariwisata akibat wabah Covid-19 cuma sampai akhir tahun 2020. Tahun depan, seiring dengan terkendalinya Covid-19, pariwisata akan bangkit.

Presiden bilang, begitu wabah penyakit berakhir, semua orang ingin keluar rumah dan kembali menikmati objek wisata di berbagai wilayah Indonesia.

“Saya meyakini, ini hanya sampai akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata. Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan yang ada di wilayah yang ada pariwisatanya. Optimisme itu yang harus diangkat. Jangan sampai terjebak pada pesimisme karena Covid-19, sehingga booming yang akan muncul setelah wabah selesai tidak bisa kita manfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), awal bulan April 2020, ada sekitar 1.266 hotel yang tutup karena ada wabah Covid-19.

Hariyadi Sukamdani Ketua Umum PHRI mengatakan, kondisi bisnis hotel sekarang ini dalam masa sulit, karena okupansi atau keterisian kamar hotel turun drastis sehingga tidak ada pemasukan.

Imbasnya, ada sekitar 150 ribu pegawai hotel dan restoran yang terpaksa dirumahkan.

Maka dari itu, Hariyadi berharap stimulus/bantuan pemerintah seperti program Kartu Prakerja bisa menjadi solusi untuk para pekerja yang mengalami PHK akibat pandemi Covid-19.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Sabtu, 29 Januari 2022
25o
Kurs