Sabtu, 26 September 2020

Presiden: Pandemi Covid-19 Harus Jadi Momentum Percepatan Transformasi Digital

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden memimpin rapat kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden berharap pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia harus jadi momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital.

Menurutnya, pandemi bisa mengubah cara kerja, cara beraktivitas, cara belajar, hingga cara bertransaksi dari sebelumnya luar jaringan (luring/offline) dengan kontak fisik, menjadi lebih banyak dalam jaringan (daring/online).

“Perubahan seperti itu perlu segera diantisipasi, disiapkan, direncanakan secara matang,” kata Presiden dalam rapat kabinet membahas Perencanaan Transformasi Digital, Senin (3/8/2020), di Istana Merdeka, Jakarta.

Berdasarkan data hasil survei IMD World Digital Competitiveness pada 2019, Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara.

Menurut Presiden, posisi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di ASEAN, yaitu Thailand di peringkat 40, Malaysia di peringkat 26, dan Singapura di peringkat 2.

“Oleh sebab itu, perlu menjadi perhatian kita bersama, yang pertama segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini. Kemudian percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa/kelurahan serta di titik-titik layanan publik,” ungkapnya.

Kedua, Presiden meminta jajarannya mempersiapkan peta jalan (road map) transformasi digital di sektor-sektor strategis. Beberapa sektor tersebut antara lain pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, dan penyiaran.

“Jangan sampai infrastruktur digital yang sudah kita bangun justru utilitasnya sangat rendah,” imbuhnya.

Ketiga, Presiden meminta integrasi pusat data nasional dipercepat. Keempat, Presiden ingin kebutuhan sumber daya manusia (SDM) talenta digital disiapkan.

Menurut Kepala Negara, untuk melakukan transformasi digital, Indonesia membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan atau kurang lebih 600 ribu per tahun.

“Betul-betul perlu sebuah persiapan. Kurang lebih 600 ribu per tahun, sehingga kita bisa membangun sebuah ekosistem yang baik bagi tumbuhnya talenta-talenta digital kita,” jelasnya.

Terakhir, Presiden meminta jajarannya segera menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Bintang Rahmadani

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
26o
Kurs