Selasa, 28 September 2021

Pusat Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Kelamin Surabaya Jadi Ruang Observasi Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto: dok/Denza suarasurabaya.net

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengabulkan permintaan Pemprov Jatim menjadikan Lembaga Pusat Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Kelamin (LP4K) di Jalan Indrapura Surabaya sebagai ruang observasi penanganan Covid-19.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mendapat kepastian ini dari Untung Suseno Sutarjo Sekjen Kemenkes dalam rapat virtual yang dipimpin oleh Letjen Doni Monardo Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Minggu (3/5/2020).

Dalam rapat virtual yang digelar di Gedung Negara Grahadi itu, Khofifah mengatakan sampai 2 Mei kemarin Jawa Timur telah mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-10 secara signifikan.

Telah terkonfirmasi sebanyak 1.037 kasus positif Covid-19, diiringi sebanyak 3.250 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan 19.767 orang dalam pemantauan (ODP) di Jawa Timur pada Minggu.

Kasus Covid-19 di Jawa Timur telah menembus angka lebih dari 1.000 dan selama dua hari berturut-turut menjadi kasus kedua terbanyak setelah DKI Jakarta. Khofifah juga mengkhawatirkan potensi PDP dan ODP menjadi positif Covid-19.

“Dengan kasus yang tinggi ini, kami sangat membutuhkan lebih banyak ruang observasi agar lebih efektif melakukan penanganan. Kami melihat, RS Kelamin di Jalan Indrapura milik Kemenkes. Juga ada Akademi Pelayaran milik Kementrian Perhubungan. Keduanya milik pusat,” ujarnya.

Untung Suseno Sutarjo Sekjen Kemenkes mempersilakan Khofifah menggunakan gedung LP4K di Jalan Indrapura menjadi ruang observasi penanganan pasien Covid-19 di Jawa Timur.

“Pada prinsipnya, silakan dimanfaatkan sebagai ruang observasi, karena gedung itu sudah kami serahkan ke RS Unair. Meskipun secara formal saat ini proses hibah masih berlangsung, tapi secara informal boleh dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara untuk Gedung Akademi Pelayaran milik Kemenhub, Letjen Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta waktu untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenhub.

Tidak dijelaskan dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, berapa jumlah kapasitas atau daya tampung kedua gedung bila difungsikan sebagai ruang observasi. Tapi sebagaimana disampaikan Khofifah, tambahan ruang observasi ini sangat dibutuhkan.

Salah satu contohnya, Pemprov Jatim sudah tampak kebingungan untuk menempatkan pasien Covid-19 dari klaster penularan baru di Pabrik Sampoerna Rungkut 2 Surabaya yang melonjak drastis dari 36 kasus menjadi 65 kasus.

Baru 25 orang dari total 63 orang yang diisolasi di hotel yang disediakan PT Sampoerna (dua lainnya sudah meninggal) yang sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Rujukan baik milik Pemprov Jatim dan rumah sakit lain rujukan lain di Surabaya.(den/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
33o
Kurs