Minggu, 17 Oktober 2021

Ratusan Pengendara Ojek Online Di Bungurasih Disemprot Disinfektan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Ratusan Pengendara Ojek Online Di Bungurasih Disemprot Disinfektan. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Dinas Perhubungan Provinsi Jatim bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Promotif Preventif Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim melalukan penyemprotan disinfektan kepada ratusan pengendara Ojek Online di sekitar Terminal Purabaya di Bungurasih Sidoarjo, Sabtu (21/3/2020). Penyemprotan dalam upaya antisipasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19.

Ada 500 lebih pengendara Ojek Online yang beroperasi di wilayah tersebut yang disemprot dengan disinfektan. Para ojek online tersebut berjajar memanjang untuk antre mendapatkan giliran penyemprotan. Tim dari UPT LLAJ Surabaya dan Ditlantas Polda Jatim terlihat ikut menertibkan arus lalu lintas di lokasi penyemprotan.

“Penyemprotan terhadap Ojek Online sesuai perintah Gubernur Jatim, karena Ojek Online selalu mobile mencari dan membawa penumpang,” kata Nyono Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Sarana ojek online menurutnya sangat rentan tertular COVID-19, karena selalu kontak dengan penumpang yang berbeda-beda di lokasi yang berbeda-beda pula.

“Kita juga mengimbau agar pengendara Ojek Online tetap menjaga kebersihan dan kondisi tubuh, dan segera mendatangi pusat kesehatan jika menderita gejala sakit,” jelasnya.

Selain menyemprot pengendara ojek online, Dishub Jatim sejak sepekan terakhir juga menyemprot sarana perhubungan seperti terminal, pelabuhan, stasiun dan bandara. Penyemprotan di terminal dilakukan di 26 titik terminal tipe B se-Jawa Timur 3 kali dalam sehari.

Dia memastikan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama seluruh Dinas Perhubungan kabupaten dan kota, maupun instansi perhubungan pusat di Jawa Timur bekerja bahu membahu melaksanakan arahan Gubernur Jatim, tentang pelaksanaan SOP penanggulangan COVID-19 bidang perhubungan sesuai dengan kewenangannya.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang, serta menghilangkan kepanikan kepada seluruh pengguna angkutan umum di Jawa Timur. Yang penting lagi, masyarakat diimbau tidak melakukan perjalanan bila tidak sangat urgent dan sangat penting untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, hingga Jumat (20/3/2020) pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif COVID-19 di Jatim menjadi 15, yakni 13 di Surabaya dan 2 di Malang.

Sedangkan total orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Jatim menjadi 635 orang. Sebanyak 175 orang di antaranya ada di Surabaya, 74 lainnya ada di Malang Raya, dan 87 lainnya ada di Blitar baik di Kabupaten maupun Kota.

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang ditangani di 62 rumah sakit rujukan yang ada di Jawa Timur, menjadi 72 orang. Sebanyak 32 PDP di antaranya berasal dari Surabaya. (bid/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Minggu, 17 Oktober 2021
29o
Kurs