Sabtu, 26 September 2020

Gratis Layanan Semprot Disinfektan, YDSF Kewalahan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tim Satgas COVID-19 YDSF memberikan layanan penyemprotan disinfektan gratis kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Foto: Istimewa

Layanan gratis penyemprotan disinfektan mencegah penyebaran virus corona yang digelar YDSF, Jumat (20/3/2020) mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Layanan yang baru dibuka sehari itu membuat YDSF kewalahan.

Penyemprotan disinfektan dilakukan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) di masjid, mushala, sekolah atau tempat umum lainnya. Sehari pasca dibuka, puluhan masjid, sekolah dan mushola mengantre layanan penyemprotan disinfektan.

Arief Susanto Koordinator Satgas COVID-19 YDSF, menyampaikan bahwa sementara ini pihaknya belum bisa menolak semua permintaan karena memang dibutuhkan. Namun demikian Arief berharap agar masyarakat sabar dan mau antre mendapatkan layanan tersebut.

“Karena saat ini kondisinya darurat dan dibutuhkan, kami mencoba maksimalkan tim untuk memberikan layanan pada masyarakat,” terang Arief Susanto.

Dalam satu hari, lanjut Arief, tim Satgas COVID-19 yang dilengkapi alat semprot dan baju pengaman itu ditarget bisa melayani 5 sampai 6 titik. Jumlah itu bisa bertambah banyak bila tempat penyemprotan tidak terlalu besar.

Guna mengoptimalkan layanan, kata Arief sementara ini wilayah penyemprotan untuk Surabaya dan sekitarnya saja. Hingga saat ini, tim Satgas COVID-19 YDSF sudah melakukan penyemprotan di beberapa sekolah, masjid, dan fasilitas umum.

Agung Wicaksono Direktur YDSF megatakan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan ini sebagai bentuk responsifitas terhadap wabah COVID-19. YDSF ingin hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar masyarakat tetap tenang.

“Mohon doanya, selain di Surabaya, kami juga segera melakukan di beberapa kota lainnya seperti Sidoarjo, Gresik, Lumajang, Banyuwangi, Malang, dan Jember,” ujar Awiek sapaan akrab Agung Wicaksono.

Selain itu, tambah Awiek, untuk memberikan layanan yang lebih luas, YDSF juga mengalami kesulitan, terkait langkanya dan mahalnya masker, hand sanitizer, bahan untuk disinfektan dan alat pelindung diri bagi petugas.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam pengadaan kebutuhan alat-alat seperti masker, hand sanitizer, serta bahan-bahan pembuatan disinfektan dan alat pelindung bagi petugas kami, melalui donasi yang bisa dititipkan ke YDSF,” pungkas Awiek, Jumat (20/3/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
34o
Kurs