Senin, 23 November 2020

Relawan Uji Klinis Terinfeksi Covid-19, Tim Riset: Relawan Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Seorang staf medis mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing, China, 11 April 2020. Foto: Antara.

Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan klarifikasi terkait kabar adanya seorang relawan uji klinis yang sudah mendapat vaksinasi, tapi tetap terinfeksi Virus Corona.

Kusnandi Rusmil Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad mengatakan, relawan tersebut pergi ke luar Kota Bandung sesudah mendapatkan suntikan pertama yang tidak diketahui vaksin atau plasebo (obat kosong).

Pada kunjungan selanjutnya, relawan tersebut secara klinis dinyatakan sehat, lalu mendapatkan suntikan kedua.

“Keesokan harinya, relawan itu menjalani program pemeriksaan swab nasofaring dari Dinas Kesehatan (Kota Bandung) karena ada riwayat pergi ke luar kota. Oleh petugas dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian dikirimkan ke laboratorium Biosafety Level (BSL)-2 (Dinas Kesehatan) dengan hasil positif. Hasil positif tersebut harus disampaikan kepada yang bersangkutan,” ujarnya melalui pesan elektronik yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (12/9/2020).

Relawan dengan hasil apus hidung positif itu, lanjut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad tersebut, melakukan isolasi mandiri dan dipantau secara ketat setiap harinya.

Selama sembilan hari pemantauan, kata Dokter Rusmil, kondisi relawan yang terinfeksi Covid-19 dalam keadaan baik.

“Dari situ, kami berkesimpulan bahwa
hasil pemeriksaan apus hidung relawan yang positif Covid-19 bukan berasal dari tim penelitian, tapi hasil program pemeriksaan swab nasofaring oleh pemerintah, dan perlu dilanjutkan dengan pengawasan ketat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rusmil menjelaskan kalau dalam proses uji klinis, terdapat kelompok. Pertama, kelompok relawan yang mendapat plasebo (obat kosong), dan ada yang mendapat vaksin.

Uji klinis itu dilakukan dengan prinsip observer blind/tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin.

“Semua sukarelawan tetap diimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah,” tegasnya.

Untuk relawan yang mendapat vaksin, diharapkan ada kekebalan dalam waktu paling cepat dua minggu pascasuntikan kedua.

Sukarelawan uji klinis masih akan dipantau kesehatannya selama enam bulan pascasuntikan terakhir.

“Uji klinis ini masih panjang jalannya, agar kita bersama-sama dapat menjaga privasi dari sukarelawan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 melakukan proses uji klinis bakal Vaksin Covid-19 produk Sinovac.

Sebanyak 1.620 relawan yang tersebar di Kota Bandung, Jawa Barat, dilibatkan selama sekitar enam bulan.

Kalau hasil uji klinis menunjukkan bakal vaksin itu efektif, maka PT Bio Farma perusahaan farmasi milik negara akan memproduksi vaksin itu bersama-sama.(rid/bid)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Senin, 23 November 2020
29o
Kurs