Kamis, 26 Mei 2022

Rentang Usia Pasien Covid-19 Jatim yang Meninggal dan Penyakit Penyertanya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
dr Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 di Jatim. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Ada sembilan orang pasien Covid-19 di Jawa Timur yang pada akhirnya tak kuasa melawan virus SARS CoV-2 di tubuhnya dan meninggal. Satu di antara pasien yang meninggal berusia 11 tahun.

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur menjelaskan itu. Pasien tertua 65 tahun seorang laki-laki, sedangkan pasien termuda 11 tahun.

Dia memastikan, pasien Covid-19 yang meninggal di Jatim rata-rata memiliki penyakit penyerta. “Kalau yang paling tua itu saya tahu betul kondisinya, karena kami yang menangani,” ujarnya Rabu (1/4/2020).

Pasien laki-laki itu, kata Joni, sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jatim dalam kondisi berat. Ada komplikasi hipertensi dan diabetes, disertai distress napas.

Sempat menadapat penanganan pemasangan ventilator portabel, pasien bersangkutan akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Sehari dirawat di RS Rujukan utama Covid-19 itu, akhirnya meninggal.

“Gagal napas. Tapi keluarganya sudah sangat berterima kasih kepada kami. Karena kami terus mengabarkan kondisinya lewat telepon,” ujarnya kepada sejumlah awak media di Grahadi.

Sementara untuk pasien termuda, yang baru berusia 11 tahun, gadis itu terjangkit Covid-19 ketika sudah mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium empat atau dalam kondisi yang juga sudah berat.

Sementara pasien Covid-19 yang terakhir kali meninggal, sehingga jumlah kematian akibat Covid-19 di Jatim menjadi 9 orang, adalah seorang laki-laki warga Surabaya berusia 50 tahun.

“Dia dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Penyakit penyertanya sama, hipertensi dan diabetes,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua pasien Covid-19 yang sudah berusia lanjut memiliki risiko kematian. Terbukti, setidaknya ada dua orang pasien usia lanjut di Jatim yang sembuh.

Salah satunya seorang perempuan berusia 60 tahun, satu lagi pasien yang sudah berusia 76 tahun, seperti disebutkan Khofifah Gubernur Jatim kemarin, Selasa (31/3/2020).

“Yang sembuh ini bisa jadi karena daya tahan tubuhnya tinggi, atau karena virus yang masuk tidak terlalu kuat,” ujar dr Joni. Bisa jadi pula, karena kekebalan kelompok di Jatim sudah terbentuk.

Sebagaimana dia sebutkan kemarin, ada tanda-tanda yang menunjukkan sudah munculnya herd immunity atau kekebalan kelompok di Jatim sudah muncul. Salah satunya, lambatnya penambahan kasus PDP dan pasien positif di Jatim.

Joni kemarin juga sempat menyebutkan, kondisi pasien yang masuk ke rumah sakit rata-rata sudah tidak terlalu berat. Mereka yang datang kebanyakan dengan gejala ringan atau sedang.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs