Sabtu, 11 Juli 2020

Risma Kenapa Menangis, Dokter Sudarsono: Mungkin Salah Paham

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya (tampak dari belakang) saat audiensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6/2020). Foto : Istimewa

Dr Sudarsono Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging RSUD dr Soetomo Surabaya menganggap aksi Risma sampai bersujud dan menangis di rapat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Senin (29/6/2020), karena kesalahpahaman.

“Ya mungkin beliau salah paham, dikira usahanya belum, padahal usahanya sudah maksimal,” kata Sudarsono di Balai Kota.

Sudarsono juga mengapresiasi kinerja Risma dalam menangani Covid-19 di Surabaya. Menurutnya, respons tangisan Risma itu bagian dari totalitas rasa tanggung jawab besar.

“Bagus kok. Bu Risma itu sangat istimewa. Justru itu kebaikan beliau sangat kelihatan di situ, rasa tanggung jawab besar dan merasa bersalah ini suatu ibu Wali Kota yang luar biasa. Saya sebetulnya juga merasa ya apa, tapi saya ngomong apa adanya. Karena saya turun langsung, saya juga di Poli, kadang di IGD, kadang merawat langsung pasien yang ada di ruang isolasi,” katanya.

Sudarsono juga menjelaskan terkait keluhan RSUD dr Soetomo overload. Menurutnya, kondisi ini sudah lama terjadi. Proporsi antara yang keluar dan masuk lebih banyak yang masuk.

“Iya karena proporsi yang masuk dan keluar lebih banyak yang masuk dari pada keluar. Yang keluar nggak bisa karena PCR-nya walaupun pasiennya sebenarnya bagus-bagus saja. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik sehingga semua masyarakat yang memang membutuhkan perawatan dapat perawatan yang semestinya,” katanya.

Menurut Sudarsono, dalam pertemuan di Balai Kota itu para dokter sudah menyampaikan aspirasinya dan komunikasi diharapkan terus terkoordinasi.

“Tadi sudah jelas Bu Risma sudah mendengar semua aspirasi dari teman-teman RS, dari aspek kuratif kita lebih banyak bagaimana meningkatkan pelayanan di RS untuk mereka-mereka yang sudah menderita kemudian diobati. Nanti juga diatur proporsi antara pasien yang keluar dan masuk,” katanya.

Sebelumnya, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya bersujud sembari menangis di hadapan peserta audiensi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6/2020).

Peristiwa itu terjadi di tengah audiensi. Saat para dokter memaparkan keluhan di Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Surabaya. Dalam paparan itu, Dr Sudarsono Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging RSUD dr Soetomo Surabaya menyampaikan, kalau rumah sakitnya overload pasien Covid-19 karena masih banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan. (bid/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Widya Qhodarum M.S

Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2020
30o
Kurs