Minggu, 7 Juni 2020

RS Darurat di Jalan Indrapura Ternyata Masih Perlu Direnovasi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Puslitbang Humaniora di Jalan Indrapura, Surabaya, yang disiapkan sebagai RS Darurat Covid-19. Foto: Humas Pemprov Jatim

Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim selama dua hari ini sangat eksponensial. Kemarin, Sabtu (9/5/2020), ada tambahan 128 kasus. Minggu (10/5/2020) terkonfirmasi 83 kasus baru.

Dari total 1.491 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sampai Minggu petang, masih ada 1.098 orang yang perlu dirawat, 1.852 PDP yang masih perlu diawasi, dan 4.477 ODP masih dipantau.

Dokter Joni Wahyuhadi Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan, konsekuensi peningkatan kasus ini perlu diiringi adanya tambahan fasilitas rawat inap.

Namun, dia mengakui, Gedung Puslitbang Humaniora (dulu Lembaga Pusat Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Kelamin/LP4K) di Jalan Indrapura, Surabaya, belum siap.

Fasilitas rawat inap di bangunan yang disiapkan sebagai RS Darurat Covid-19 Jatim itu diperkirakan baru bisa beroperasi Selasa (12/5/2020). Itupun baru tenda yang sudah disiapkan.

Pemprov Jatim mendapat bantuan tiga tenda untuk RS Darurat itu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ketiganya sudah berdiri di salah satu halaman gedung.

Sebelumnya, Sabtu malam, Joni sempat memaparkan, dua tenda yang sudah berdiri akan mampu untuk merawat 70 orang pasien Covid-19 dengan gejala ringan di 70 ruangan yang ada.

Joni pun menjelaskan fungsi ketiga tenda. Satu tenda akan digunakan sebagai ruangan screening dan administrasi, lalu dua tenda lainnya difokuskan untuk rawat inap pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

“InsyaAllah kalau semuanya lancar, hari Selasa kita bisa operate (beroperasi). Sambil percobaan, Ibu,” katanya kepada Gubernur Jatim di Grahadi. “Karena tidak mudah membuat rumah sakit lapangan.”

Seiring pengoperasian tiga tenda tersebut, Pemprov Jatim ternyata masih perlu merenovasi sejumlah bagian gedung Puslitbang Humaniora yang memang sudah cukup lama tidak berfungsi.

“Sambil berjalan tendanya, sedang direnovasi ruang perawatan yang dulu rumah sakit kelamin itu. Memang agak susah karena memang sudah 10 tahun lebih tidak terpakai,” katanya.

Tahap pertama renovasi yang segera dilakukan, kata Joni, untuk ruang perawatan berkapasitas 100 tempat tidur. Tahap kedua, lanjutnya, merenovasi 200 tempat tidur di dalam bangunan.

“Kalau diperlukan bisa di-extend (diperluas) sampai 500 (tempat tidur). Tetapi moga-moga, seratus (tempat tidur) saja sudah cukup (untuk menampung pasien). Moga-moga saja,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, beberapa waktu lalu Joni sempat meyakinkan wartawan bahwa RS Darurat di Jalan Indrapura itu tidak akan membutuhkan terlalu banyak renovasi, karena hampir semua fasilitas tersedia.

Dia juga sempat menyebutkan, Dinas PU Cipta Karya Jawa Timur hanya perlu menambahkan sejumlah air conditioner (AC) untuk ruangan tertentu dan menambah sistem drainase.

Dia pun tidak menyebutkan, kapan perkiraan renovasi bangunan RS Darurat itu tuntas sehingga bisa difungsikan untuk merawat pasien Covid-19 bergejala ringan atau sedang, yang butuh pelayanan medis.

Dia hanya memastikan, sejumlah pihak telah bersedia memberikan bantuan untuk operasional RS itu. Baik Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), juga Gugus Tugas Covid-19 pusat.

“Hari ini Dirjen Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) dan Puslitbangkes Kemenkes sudah meninjau ke lokasi. Kami juga sudah berkomunikasi dengan kawan tenaga kesehatan di Jatim,” ujarnya.

Kemenkes, kata Joni, sudah menyatakan akan mensuport tenaga kesehatan dan sarana medis. Sedangkan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 pusat akan membantu secara operasional.

Tidak hanya itu IDI juga sudah menyatakan kesediaan untuk mengerahkan tenaga medis dan relawan tenaga medis. Joni bilang, mulai besok, Senin (11/5/2020) IDI mulai maraton menyiapkan itu.

Keberadaan rumah sakit darurat di Jatim sudah sangat dibutuhkan dengan segera mengingat apa yang pernah dikatakan Joni juga, bahwa ruang perawatan isolasi dengan tekanan negatif di RS Rujukan di Jatim sudah kelebihan kapasitas.

Dengan adanya RS Darurat itu, semua pasien Covid-19 bergejala ringan maupun sedang yang selama ini masih bisa dirawat di ruangan isolasi bertekanan negatif di rumah sakit bisa dipindahkan.

Dengan demikian, ruangan bertekanan negatif di rumah sakit bisa difokuskan untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala berat yang mungkin tidak tertampung karena over load.(den)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Minggu, 7 Juni 2020
26o
Kurs