Minggu, 7 Juni 2020

Kapasitas dan Sejarah LP4K Surabaya yang Bakal Jadi RS Darurat Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi Corona Ilustrasi, Corona Virus. Grafis: suarasurabaya.net

Lembaga Pusat Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Kelamin (LP4K) Surabaya tidak hanya akan menjadi ruang observasi, tetapi akan menjadi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Jatim.

Dokter Joni Wahyuhadi Kepala Gugus Kuratif Covid-19 di Jawa Timur menyatakan ini dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Minggu (3/5/2020). Adanya RS Darurat di Jatim sudah sangat mendesak.

Sebagaimana diketahui, penambahan jumlah kasus Covid-19 di Jatim secara eksponensial membuat bikin rumah sakit rujukan, terutama di tiga daerah pelaksana PSBB, kelebihan kapasitas (overload).

Joni mengatakan, Pemprov Jatim sudah dapat izin dari Kementerian Kesehatan untuk memfungsikan LP4K yang berlokasi di Jalan Indrapura, Surabaya, sebagai rumah sakit darurat.

“Kapasitasnya, 500 (bed) bisa itu. Tetapi, setelah kami petakan, kami identifikasi bersama Pak Sekda dan teman-teman PU Cipta Karya, sementara ini yang mungkin bisa dipakai baru 200-an,” ujarnya.

Dinas PU Cipta Karya, kata Joni, sudah siap melakukan sedikit pembenahan pada Minggu malam. Seperti melengkapi air conditioner (AC) di sejumlah ruangan dan menambahkan sistem drainase.

Menurut Joni, struktur bangunan LP4K itu bahkan lebih baik dari bangunan di RSUD dr Soetomo Surabaya. Sehingga dia optimistis, gedung LP4K itu bisa menyokong kekurangan ruang isolasi penanganan.

“Kemungkinan satu dua hari lagi sudah bisa dipakai untuk menangani pasien Covid-19. Kami akan fungsikan jadi ruang isolasi khusus untuk pasien dengan gejala ringan sampai sedang,” ujarnya.

Ada sejarah kelam yang melatarbelakangi pembangunan gedung LP4K di Jalan Indrapura Surabaya. Bangunan milik Kementerian Kesehatan itu resmi berdiri pada 1951 silam.

Bangunan itu berdiri sebagai peninggalan sejarah kelam praktik prostitusi dan pergaulan bebas tentara Belanda di tanah air selama 1812-1942 yang menyebabkan meluasnya penyakit kelamin di Pulau Jawa.

Ketika Belanda hengkang dari Indonesia pada 1942, penyakit sifilis sebagai salah satu penyakit kelamin yang meresahkan masih bercokol di Tanah Jawa. Untuk mengatasi itulah LP4K didirikan.

Dahulu, dipimpin Soetopo mantan Menteri Kesehatan di era kabinet Abdul Halim Perdana Menteri Indonesia (1949), LP4K menjalankan fungsi preventif, promotif, penelitian dan pendidikan seputar penyakit kelamin di Indonesia.

Mengutip historia.id, sejak berdirinya, LP4K telah melakukan serangkaian penelitian dan pengumpulan data penyebaran sifilis selama 1952-1957 terhadap anggota kepolisian dan angkatan darat di Surabaya.

Setidaknya ada 3.054 personel kepolisian dan 4.570 personel Angkatan Darat di Surabaya yang menjadi  menjadi sasaran pemeriksaan penyakit kelamin oleh lembaga ini.

Hasilnya, sebagaimana dikutip dari buku Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia jilid 2 yang diterbitkan Departemen Kesehatan, 21,5 persen polisi dan 33 persen personil Angkatan Darat menderita penyakit kelamin.

Khofifah Gubernur Jatim melihat peluang itu. Dia telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kesehatan sebagai pemilik gedung LP4K untuk memfungsikannya sebagai RS Darurat Covid-19 di Jatim.

Sekjen Kemenkes dalam kesempatan video conference di Gedung Negara Grahadi menyampaikan persetujuan. Sehingga dalam waktu dekat gedung itu bisa dipakai sebagai bagian untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Jatim.(den/tin)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Minggu, 7 Juni 2020
25o
Kurs