Senin, 22 Juli 2024

RSUA Surabaya Konversi Fasilitas Rumah Sakit Khusus untuk Infeksi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Pemkot Surabaya dan Pihak RSUA siapkan aplikasi layanan kesehatan digital. Foto: Humas Unair

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya mengkonversi atau mengubah fasilitas rumah sakit menjadi khusus infeksi, mengingat jumlah pasien terjangkit virus Covid-19 yang semakin bertambah.

Muhammad Nuh relawan dalam kerjasama ini mengatakan, RSUA akan menambah beberapa ruang perawatan dan fasilitas agar dapat lebih banyak menampung pasien Covid-19, antara lain penambahan ruangan Intensive Care Unit (ICU) dan High Care Unit (HCU).

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita dapat merampungkan yang mulanya 24 ICU bisa menjadi 40 ICU dan dari 100 HCU jadi 134-140an, ini yang sekarang kita kerjakan,” kata Nuh yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (11/4/2020).

Saat ini, beberapa fasilitas sudah terpasang dan sebanyak 110 tenaga baru sudah direkrut dan sedang dalam proses pelatihan (in house training). Ia berharap, ruangan-ruangan tersebut sudah mampu menampung pasien pada 19 April mendatang.

Nuh menambahkan, untuk sistem penggajian ratusan tenaga kerja baru di RSUA akan dibantu oleh Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.

“Kita tambah fasilitas pasti membutuhkan orang, ya tenaga kesehatan, cleaning service, satpam. Kerjasama pemprov dan pemkot yang membiayai kebutuhan tadi, ya upah, ya macam-macam,” ujarnya.

Selain dari pemerintah, dana sebesar Rp45 miliar untuk konversi fasilitas ini juga didapat dari donatur perusahaan seperti CT Corp, Astra International dan Salim Group. Sedangkan Pemprov Jatim sendiri berkomitmen untuk memberikan dana sebesar Rp31 miliar untuk fasilitas pendukung lainnya.

“Ini dana dari donatur sudah kita belikan peralatan-peralatan. Sebagian peralatan didukung oleh (pemerintah) provinsi. Yang pasti kita selesaikan yang ada dulu, agar segera bisa beroperasi. Dapat menangani 10-20 pasien sangat bermakna,” tambahnya.

Konversi ini dilakukan setelah sebelumnya, banyak rumah sakit rujukan yang tidak mampu lagi menangani pasien Covid-19 karena ruangan yang penuh dan fasilitas yang minim.

Maka dari itu, penambahan fasilitas khusus infeksi di RSUA ditambah agar lebih banyak pasien Covid-19 lebih cepat ditangani.

“Kita bayangkan jika pasien yang ditolak itu keluarga kita sendiri. Dari situlah kita kebut agar segera dimanfaatkan, karena taruhannya nyawa,” imbunya.(tin/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Senin, 22 Juli 2024
32o
Kurs