Jumat, 30 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Pasien dengan Gejala Berat Bisa Sembuh

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: Biro Pers Setpres

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengedukasi masyarakat tentang masa kesembuhan pasien Covid-19.

Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19 mengatakan, pasien dengan gejala berat bisa sembuh dengan cara penanganan yang tepat.

“Minimal tiga hari tidak lagi demam dan tidak ada gangguan pernapasan. Untuk kasus pasien dengan gejala berat, bisa saja pasien dipindah ke ruang non-isolasi sebelum dipulangkan atau rawat inap biasa,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Sedangkan pasien dengan gejala ringan dan sedang, lanjut Dokter Reisa, harus diobservasi lebih dulu sampai tidak lagi menunjukkan gejala sakit seperti demam atau gangguan pernapasan.

“Setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan namun belum mencapai 14 hari, maka tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Dengan syarat tetap membatasi aktivitas dan kontak dengan orang lain,” lanjut Reisa.

Khusus pasien asimtomatik atau orang tanpa gejala (OTG), baru bisa dinyatakan selesai isolasi mandirinya selama 10-14 hari sejak terkonfirmasi positif. Isolasi mandiri harus diterapkan dengan sangat disiplin.

Pada keeempatan itu, Reisa membagikan tujuh tips untuk pasien Covid-19 tanpa gejala. Pertama, selalu pakai masker selama menjalani isolasi. Cuci sendiri masker kain yang dipakai, apabila menggunakan masker sekali pakai, langsung bungkus dan buang ke tempat sampah setelah dipakai.

Kedua, kalau ada gejala sakit seperti demam, batuk dan bersin, tetap di tempat isolasi dan tidak bepergian keluar rumah atau tidak meninggalkan tempat isolasi sampai masa isolasi selesai dijalani.

Ketiga, manfaatkan fasilitas telemedis atau konsultasi online dengan pakar kesehatan.

“Beri info petugas medis tentang keluhan, gejala, serta riwayat bepergian dan apabila ada kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19,” imbuhnya.

Keempat, selama di rumah atau tempat isolasi, kamar harus terpisah dari anggota keluarga lainnya. Dan selalu jaga jarak 1-2 meter. Tidak berbagi peralatan makan, mandi dan tempat tidur yang sama dengan anggota keluarga yang lain.

Kelima, cek kondisi tubuh dengan mengukur suhu, denyut nadi dan tekanan darah. Atur jam keluar ruang terbuka dan berjemur dibawah sinar matahari setiap paginya selama 15 -30 menit.

Keenam, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga yang rutin dan teratur, tenangkan pikiran dan tenangkan jiwa.

“Terapkan etika batuk dan bersin dengan menutup hidung dan mulut menggunakan siku lengan bagian dalam,” Reisa melanjutkan.

Ketujuh, jaga kebersihan dan kesehatan di rumah. Bersihkan seluruh permukaan dengan cairan disinfektan yang tepat sesuai peruntukannya.

“Jika isolasi mandiri tidak dapat dilakukan di rumah, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi. Hubungi dinas kesehatan atau satgas setempat, apabila merasa membutuhkan,” Reisa melengkapi tipsnya.

Lebih lanjut, Dokter Reisa meminta masyarakat meyakini bahwa pasien Covid-19 bisa sembuh. Tapi, dia mengimbau masyarakat tetap waspada, jangan meyepelekan penyakit itu.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
29o
Kurs