Kamis, 21 Oktober 2021

Tangani Covid-19 di Malang Raya, Khofifah: RS Lapangan Malang Raya Beroperasi 10 Hari Lagi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Graha Wiyata Praja BPSDM Jatim Malang, Sabtu (5/12/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bersama Forkopimda Jatim dan Pemkab/Pemkot Malang Raya gerak cepat tangani Covid-19. Khofifah memperkirakan, RS Darurat Lapangan di Malang bisa beroperasi dalam waktu dekat.

Khofifah memimpin Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Graha Wiyata Praja BPSDM Jatim Malang, Sabtu (5/12/2020) membahas peningkatan kasus Covid-19 akibat kluster keluarga dan libur panjang.

Memastikan kesiapan Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) bisa segera beroperasi sebagai Rumah Sakit Lapangan Malang untuk menangani pasien Covid-19 adalah salah satu langkah yang dibahas.

Rencananya, RS Lapangan di Jalan Ijen Kota Malang itu berkapasitas total 306 tempat tidur. Namun, di tahap awal, kapasitas yang disiapkan baru 100 bed lalu akan terus ditambah sehingga dapat beroperasi optimal.

“Rumah Sakit Darurat Lapangan di Polkesma sedang kami siapkan. Dua hari lalu Bapak Kepala BNPB, Para Deputi, Pangdam, Kapolda, dan Sekda sudah melihat fisik RS Darurat Lapangan,” katanya.

Khofifah bilang, penanganan Covid-19 sangat bergantung pada kekuatan pentahelix di dalamnya. Di antaranya pemerintah, media, kampus/akademisi, masyarakat, dan private sector. Termasuk IDI dan Persi.

Soal RS Darurat Malang, dia memastikan dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi untuk merelaksasi RS Rujukan yang mulai penuh. “Paling lambat sepuluh hari ke depan bisa dipakai untuk pasien ringan sampai sedang,” ujarnya.

Salah satu best practice pembangunan RS Darurat Lapangan di Polkesma adalah RS Darurat Lapangan di Indrapura Surabaya. Yang mana selama menangani mencatat 0 persen kematian. Hal ini bisa direplikasi di Malang.

“Alhamdulillah RS Lapangan di Surabaya sampai hari ini 0 persen kematian. Artinya efektivitas layanan RS Darurat Lapangan teruji. Itu jadi best practice, role model, sehingga Malang nanti bisa mengikuti formatnya,” katanya.

Khofifah mengingatkan kembali pentingnya memaksimalkan operasi yustisi di semua daerah di Jatim. Kedisiplinan pakai masker dan protokol kesehatan, menurutnya, adalah cara paling ampuh menekan penularan.

“Tetaplah disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang aman, dan mencuci tangan. 3M ini tetap harus dijadikan satu kesatuan kita untuk bisa menurunkan bahkan menghentikan penyebaran Covid-19,” tegas Khofifah.

Mayor Jenderal TNI Suharyanto Pangdam V Brawijaya menyampaikan sejumlah hal khususnya bagi Malang Raya karena saat ini Kota Batu yang menjadi bagian dari wilayah ini sekarang menjadi zona merah.

Kodam V Brawijaya akan membackup penuh Pemprov Jatim. Suharyanto memastikan, dia dan Kodam V Brawijaya akan meningkatkan operasi penegakan protokol kesehatan terhadap masyarakat di Malang Raya.

“Intinya Kodam V Brawijaya mengerahkan segala personil, sumber daya, sarana dan prasarana untuk membantu Pemprov mengembalikan Jatim jadi zona kuning. Bahkan zona hijau penularan Covid-19,” tegasnya.

Dia akan mengerahkan setiap Kodim dan Koramil masuk ke kampung-kampung untuk mengarahkan dan mengimbau masyarakat agar pakai masker. Juga bekerja sama dengan Polda Jatim menegakkan operasi yustisi.

“Artinya bagi warga masyarakat yang kedapatan tidak membawa masker atau tidak menggunakan masker dengan baik maka akan diberikan sanksi sanksi ringan sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelasnya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Kamis, 21 Oktober 2021
30o
Kurs