Senin, 3 Agustus 2020

Tes Serologi Covid-19 Akurasinya Tinggi, Biaya Lebih Terjangkau

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Tes serologi akurasinya bisa lebih dari 95 persen, karena prosesnya dilakukan oleh mesin di laboratorium, seperti di National Hospital Surabaya ini. Foto: Ayu Suara Surabaya

Tes Serologi Covid-19 merupakan tes antibodi total yang relatif cepat dan berakurasi tinggi, namun biayanya lebih terjangkau.

Tes serologi bisa digunakan untuk mengetahui ada atau tidak respons kekebalan tubuh, berupa antibodi Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap virus corona. Cara mendeteksinya dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dimasukkan ke tabung darah untuk diproses di mesin laboratorium.

Hans Wijaya CEO National Hospital Surabaya mengatakan, tes untuk mendeteksi kadar antibodi yang lebih spesifik untuk Covid-19 ini yang diambil adalah serum darah. Kemudian diproses oleh mesin immuno-autoanalyzer.  “Jadi prosesnya memakai mesin, tidak hanya satu cartridge seperti rapid test,” ujarnya.

Saat ditanya apakah serologi itu metode baru, Hans menjelaskan kalau di dalam satu penyakit selalu dilihat kadar antigen dan antibodi. Kalau pada konteks Covid-19, antibodi bisa dilihat dengan berbagai cara. Yang termudah dan dipahami publik saat ini adalah rapid test, memakai cartridge. Tapi kalau serologi lebih unggul dengan memakai mesin.

Tes serologi di National Hospital Surabaya bisa digunakan untuk mengetahui ada atau tidak respons kekebalan tubuh, berupa antibodi IgM dan IgG terhadap virus corona (Covid-19). Foto: Ayu Suara Surabaya

“Hasil tes serologi lebih unggul. Mulai dari akurasinya lebih tinggi karena memakai mesin dan reagen yang dirancang khusus di Lembaga Pelayanan Kesehatan, seperti Rumah Sakit. Sedangkan rapid test, dirancang untuk di tempat umum. Jadi jelas, perbedaan rancangan itu juga mempengaruhi tingkat akurasi. Tes serologi akurasinya bisa lebih dari 95 persen, sementara rapid test 30 persen. Pasien yang tes serologi Covid-19 juga bisa langsung tahu hasilnya di bawah 2 jam,” jelasnya.

Kata Hans Wijaya, sebutan hasil tes serologi juga sama, reaktif dan non-reaktif. Apabila hasilnya reaktif, pasien selanjutnya di tes swab. Untuk serologi, ada angka cut-off. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi pula kadar antibodinya. Mulai dari single digit sampai puluhan.

Masyarakat yang memanfaatkan pelayanan tes serologi di National Hospital Surabaya. Foto: Didik suarasurabaya.net

Menurut Hans Wijaya, teknis tes serologi tergantung rumah sakit masing-masing. Kalau di National Hospital Surabaya, bisa datang langsung ke rumah sakit untuk diambil darah, bisa juga ke tempat-tempat tertentu. Namanya on side sampling. Ada 5 sampai 6 tim, untuk mengambil darah secara kolektif, biasanya di perkantoran, sekolahan, pabrik, dan sebagainya. Semakin banyak yang dideteksi, semakin kecil pula risiko penularan Covid-19.

Selain akurasinya lebih tinggi, biayanya tes serologi lebih terjangkau dibanding rapid test. Tes serologi bisa dijalankan secara massal untuk membantu masyarakat. Biaya pelayanan sekitar Rp129.000. Cukup banyak pasien yang terdeteksi reaktif dari hasil tes serologi. Beberapa diantaranya mereka Orang Tanpa Gejala (OTG).

Selama pandemik seperti ini, Hans menyebut siapa saja kemungkinan bisa terpapar Covid-19. Sehingga antisipasinya semakin sering di-screening awal, semakin kecil risiko penularan virus.(ayu/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
30o
Kurs