Selasa, 2 Juni 2020

Tim Pakar Penanganan Covid-19 Ingatkan Ada Risiko Penggunaan Hand Sanitizer Berlebihan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Wiku Adisasmito Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, cairan pembersih seperti hand sanitizer boleh dipakai sebagai alternatif kalau tidak memungkinkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hal itu penting dilakukan karena kuman dan virus gampang menempel di area tangan pada aktivitas tertentu.

Tapi, Wiku mengingatkan, penggunaan hand sanitizer tidak boleh berlebihan. Karena, ada risiko cairan tersebut menyebabkan iritasi kulit.

“Dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan antiseptik sebagai hand sanitizer dapat digunakan bila tidak ada sabun. Tetapi (penggunaaanya) tidak boleh berlebihan agar tidak menimbulkan iritasi kulit,” ujarnya dalam keterangan pers yang disampaikan siang hari ini, Senin (30/3/2020), di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Kemudian, Wiku mengimbau masyarakat terutama yang bekerja di dekat api berhati-hati menggunakan cairan hand sanitizer.

Dia bilang, hand sanitizer mengandung bahan kimia yang mudah terbakar.

“Orang yang memakai hand sanitizer juga harus berhati-hati karena cairan itu mengandung bahan yang mudah terbakar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiku mengingatkan, mencegah terjadinya infeksi virus juga dapat dilakukan dengan menjaga diri untuk tidak menyentuh area wajah, terutama mata, hidung dan mulut.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Nur Aini Kusuma

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Selasa, 2 Juni 2020
29o
Kurs