Rabu, 25 November 2020

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Tanah Air Terus Meningkat

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: Biro Pers Setpres

Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir ada perkembangan baik di banyak daerah.

Per tanggal 27 Oktober 2020, penambahan kasus positif sebanyak 3.520, kasus aktif 60.685 atau 16,4 persen.

Kasus aktif dunia rata-rata di angka 23,84 persen. Persentase kasus aktif di Indonesia menurut Wiku sekitar 7 persen lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Sedangkan jumlah kasus sembuh di Indonesia mencapai 322.248 orang atau adalah 81,3 persen, lebih baik dari angka kesembuhan rata-rata dunia 73,49 persen.

“Kasus sembuh di dunia akhir-akhir ini cenderung menurun, sedangkan kasus sembuh di Indonesia persentasenya cenderung meningkat. Ini adalah kabar baik yang harus dipertahankan sehingga angka kesembuhan bisa naik terus dan diharapkan tidak ada yang meninggal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Sementara itu, jumlah kasus meninggal, Wiku menyebut totalnya ada 13.512 kasus atau 3,4 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia 2,65 persen.

“Angka kematian di Indonesia harus diturunkan dan harus mengejar rata-rata dunia atau menjadi lebih rendah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, jumlah kasus positif mengalami penurunan sekitar 4,5 persen.

“Kami mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat yang pada pekan sebelumnya masih masuk ke dalam lima besar, namun pekan ini berhasil keluar dari lima besar berkat upaya menekan angka kasusnya,” katanya.

Ada lima provinsi yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami kenaikan kasus tertinggi pekan ini. Di antaranya Jawa Barat naik 627, Banten naik 345, Kepulauan Riau naik 238, Riau naik 234 dan Jawa Tengah naik 184.

Wiku menyebut daerah-daerah yang pada pekan sebelumnya mengalami perbaikan, ternyata terjadi peningkatan kasus. Artinya, pemerintah daerah itu menjadi lengah.

“Daerah-daerah itu harus evaluasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Daerah-daerah jangan sekadar berlomba-lomba masuk lima besar kasus positif karena hal ini bukanlah prestasi,” lanjut Wiku.

Walau perkembangan baik terjadi pada kasus positif, tidak demikian pada angka kematian pasien Covid-19. Pekan ini ada kenaikan sebesar 18 persen, lebih besar dari pekan sebelumnya.

Tapi, ada daerah yang berhasil keluar dari lima besar pekan lalu di antaranya Banten, Aceh, DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

Kelima provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yaitu Jawa Barat naik 89, Sumatera Barat naik 22, Jawa Tengah naik 16, Kepulauan Riau naik 10 dan Nusa Tenggara Barat naik 7.

Sementara persentase kematian tertinggi berada di Jawa Timur sebesar 7,24 persen, Nusa Tenggara Barat 5,64 persen, Sumatera Selatan 5,47 persen, Jawa Tengah 5,44 persen dan Bengkulu 5,02 persen.

Selanjutnya, walau angka kesembuhan secara nasional terus mengalami perbaikan, namun jumlah kesembuhan mengalami perlambatan sebesar 6,4 persen dari pekan sebelumnya.

“Seharusnya jumlah kesembuhan terus dijaga agar terus bertambah,” ucap Wiku.

Perkembangan mingguan, Wiku mengkonfirmasi ada 5 provinsi tertinggi mengalami kenaikan kesembuhan. Di antaranya, Riau naik 1.894, Sumatera Barat naik 587, Sulawesi Tenggara naik 542, Sumatera Selatan naik 127 dan Jambi naik 81.

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Gorontalo (94,47 persen), Bali (89,8 persen), Kalimantan Selatan (89,5 persen), Jawa Timur (88,16 persen) dan Maluku Utara (88,12 persen).

“Dimohon provinsi yang telah disebutkan agar meningkatkan angka kesembuhan. Kepada provinsi lainnya agar mencapai angka kesembuhan tertinggi,” tandasnya.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs