Sabtu, 3 Desember 2022

Uni Eropa Berikan Bantuan Rp342 miliar untuk Sistem Kesehatan di ASEAN

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Bendera Uni Eropa. Foto: Europe EU

Uni Eropa mengumumkan bantuan senilai 20 juta euro atau sekitar Rp342 miliar untuk mendukung sistem kesehatan dan kapasitas kesiapsiagaan serta tanggap darurat dari mitra-mitra di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Program Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat terhadap Pandemi di Asia Tenggara akan dilaksanakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan pemerintah pusat Negara-negara ASEAN dan Sekretariat ASEAN.

Program ini bertujuan meningkatkan koordinasi regional untuk penanggulangan Covid-19 dan memperkuat kapasitas sistem kesehatan di Asia Tenggara, sekaligus memberikan fokus khusus pada kelompok rentan.

Jutta Urpilainen Komisioner untuk Kemitraan Internasional mengumumkan program tersebut pada Pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa-ASEAN ke-23.

“Program Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat terhadap Pandemi Asia Tenggara adalah bagian dari bantuan dan solidaritas Uni Eropa sebesar 350 juta euro atau sekitar Rp5,9 triliun untuk mendukung para mitra kami di ASEAN untuk mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Jutta dalam keterangan dari Uni Eropa yang dikutip oleh Antara, Rabu (2/12/2020).

“Koordinasi yang kuat di tingkat regional terhadap akses informasi, peralatan dan vaksin merupakan hal yang krusial untuk mengatasi krisis ini. Kita sama-sama mengalami krisis ini dan sebagai mitra kita lebih kuat jika menghadapinya bersama,” jelasnya.

Program yang berdurasi 42 bulan ini akan memperkuat kapasitas pemantauan dan pengujian di Negara-negara ASEAN, serta kapasitas lembaga kesehatan dan tenaga kesehatan dalam menangani kasus Covid-19, sambil tetap memberikan layanan kesehatan penting lainnya.

Program ini juga akan mendukung komunikasi yang transparan dan tepat waktu tentang pandemi, serta mendukung penyampaian informasi terkait tindakan pencegahan, gejala dan risiko penyakit tersebut ke masyarakat yang tinggal di pedesaan dan daerah terpencil.

Demi mengatasi dampak kesehatan dan sosial-ekonomi dari pandemi virus korona, Uni Eropa telah menyusun kembali program-programnya di Asia Tenggara, dengan memfokuskan secara khusus pada kebutuhan untuk melakukan komunikasi publik dan penelitian.

Sebagai contoh, dukungan Uni Eropa untuk Indonesia adalah dengan melibatkan solusi digital untuk melacak pengeluaran pemerintah terkait Covid-19, serta membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas anggaran tersebut. (ant/dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Sabtu, 3 Desember 2022
29o
Kurs