Selasa, 11 Agustus 2020

Wagub Jatim Dorong Unusa Siapkan Generasi Muda Berkarakter

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Emil Elistianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, saat memberikan greeting untuk dies natalis ke 7 tahun Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Foto: Humas Unusa

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, percaya Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mampu mendorong tercetaknya generasi muda yang kompeten secara akademik dan berkarakter.

Itu disampaikan Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Dies Natalis ke-7 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). “Di usianya saat ini, Unusa akan terus berperan mendorong tercetaknya generasi muda yang kompeten secara akademik dan berkarakter dalam merestarikan nilai-nilai NU sebagai bagian dari kaum Nahdliyin yang setia kepada NKRI,” kata Emil Elistianto Dardak.

Emil juga meyakini bahwa Unusa mampu mendorong generasi muda untuk bersaing di kancah global mendatang. “Unusa dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki daya saing di kancah global di masa mendatang,” kata Emil yang juga dikenal sebagai Wakil Gubernur milenial ini.

Lebih lanjut Emil mengingatkan semua civitas akademika Unusa bahwa kreativitas sangat dibutuhkan sekaligus memegang peran sangat penting di masa depan nanti. Terlebih ketika menjumpai masa-masa ketidakpastian seperti yang terjadi saat ini. Di tengah pandemi Covid-19.

“Masa depan ini akan ditentukan oleh kreativitas. Kita ada di tengah momen pandemi Covid-19. Ini adalah ujian bagi civitas akademika Unusa untuk senantiasa mencari berbagai macam kreatifitas dalam mendorong peran sertanya dalam masyarakat,” tambah Emil.

Unusa resmi berdiri pada tanggal 2 Juli 2013, merupakan konversi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis). Dari sejarahnya, perjalanan Unusa dimulai sejak didirikannya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Yarsis tahun 1979.

Di usia ketujuh pada 2 Juli 2020, Unusa telah berkontribusi dalam berbagai inovasi dan pengabdian masyarakat. Diantaranya adalah Unusa dipercaya Pemprov Jatim melaksanakan program One Pesantren One Product (OPOP). Program prioritas Khofifah-Emil ini berjalan baik berkat kerjasama pemprov jawa timur dengan Unusa.

“Pemprov Jawa Timur sudah bekerjasama dengan Unusa dalam mendorong one pesantren one produk,” tegas Emil. Program OPOP sendiri merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren.

Terdapat tiga pilar OPOP, yaitu Santripreneur, Pesantrenpreneur dan Sosiopreneur. Demi suksesnya program tersebut Unusa mendirikan OPOP Training Center dan OPOP Mart yang berlokasi di Kampus B Unusa Jemursari.

Meskipun perayaan peringatan dies natalis Unusa ke tujuh ini berada ditengah pandemi, Emil berharap Unusa terus mengeluarkan ide-ide serta kreativitasnya untuk bersama-sama membangun negeri. “Saya yakin Unusa bisa memunculkan kreativitasnya yang dapat mendorong peran serta di masyarakat,” ujar Emil.

Unusa, kata Emil terus menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi mulai dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Emil juga berharap Unusa terus menciptakan inovasi lainnya yang dapat dirasakan langsung di masyarakat.

“Kami akan terus mendorong berbagai inovasi dan pengabdian masyarakat yang dilakukan Unusa, dengan berbagai macam inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa secara luas,” pungkas Emil.(tok/iss/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
27o
Kurs