Kamis, 13 Agustus 2020

Warga Pasang Spanduk Imbauan dan Semprot Desinfektan Mandiri untuk Cegah COVID-19

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Warga Kampung Edukasi Sampah RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo memasang spanduk imbauan dan secara mandiri melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah warga pada Rabu (25/3/2020). Foto : Istimewa

Warga Kampung Edukasi Sampah RT.23 RW.07 Kelurahan Sekardangan, Sidoarjo, melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada warga lewat spanduk dan banner untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di lingkungannya.

Mereka juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di setiap akses jalan masuk, serta kegiatan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum dan lingkungan rumah warga.

Edi Priyanto Ketua RT.23 Sekardangan di tengah-tengah kegiatan penyemprotan disinfektan, Rabu (25/3/2020), mengatakan bahwa tujuan dilakukan penyemprotan disinfektan ini sebagai langkah pencegahan meluasnya virus corona serta usaha meningkatkan kebersihan. Alasan lain yaitu karena hingga saat ini belum ada program penyemprotan disinfektan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Bahan disinfektan diracik dan dibuat secara mandiri mengingat harga disinfektan di pasaran sudah cukup tinggi. Pembuatan disinfektan dilakukan dengan mengikuti panduan Dinas Kesehatan, baik meliputi jenis bahan utama, komposisi maupun volumenya.

Edi mengajak seluruh warga untuk melakukan upaya preventif dengan menjaga diri masing-masing, keluarga, teman dan lingkungannya agar terhindar dari penularan wabah virus penyebab COVID-19, dengan berikhtiar untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat tersebut di antaranya rajin cuci tangan dengan sabun, membersihkan diri dengan mandi setidaknya 2 kali sehari, selanjutnya makan dengan teratur dan bergizi, juga mengkonsumsi buah dan sayur,. serta jangan lupa minum air yang secukupnya,” kata Edi.

“Selain itu warga kami dorong untuk tetap aktif berolahraga, menghindari bersentuhan dengan orang lain, beristirahat yang cukup, jug menghindari menyentuh hidung, mata dan mulut, serta tidak keluar rumah kecuali dalam hal yang mendesak,” tambahnya.

Panik, cemas, dan stres akibat banyaknya informasi dan pemberitaan tentang semakin merebaknya penularan korona dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga rentan terhadap penyakit.

“Dalam situasi krisis akibat COVID-19 seperti saat ini, warga harus selalu berpikir positif, sabar dan tetap tenang agar mentalnya menjadi sehat, sehingga daya tahan tubuhnya juga tidak menjadi lemah. Dengan daya tahan tubuh yang terjaga baik, maka dengan sendirinya tubuh tidak mudah terkena penyakit,” kata Edi.(iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs