Minggu, 29 November 2020

YouTube: 600 Channel di Indonesia Berhasil Meraih 1 Juta Subscriber

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

YouTube menyampaikan, mereka telah meraih pencapaian kreator baru. Kini ada 600 channel di Indonesia yang berhasil memperoleh lebih dari 1 juta subscriber.

“Setiap channel yang punya lebih dari satu juta subscriber kami sebut sebagai channel gold button,” jelas Randy Jusuf Managing Director Google Indonesia.

Dia menyatakan itu ketika YouTube merilis Brandcast Delivered 2020, acara tahunan yang dikhususkan bagi para marketer di Indonesia beberapa waktu lalu.

“Ledakan channel ini tidak mungkin terjadi tanpa konten yang kaya dan beragam dari para kreator yang berasal dari seluruh penjuru negeri, bukan hanya di kota-kota besar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (16/9/2020).

Dia juga menyampaikan, menurut data ComScore VMX, saat ini ada 93 juta penonton unik di Indonesia berusia di atas 18 tahun yang menonton video di YouTube setiap bulannya.

Menurutnya, waktu tonton untuk genre video komedi, memasak, video game, turisme dan drama Korea naik tajam selama setahun terakhir di tengah pandemi Covid-19.

Di Indonesia, waktu tonton untuk video tentang sains, humaniora, bisnis, dan hukum, misalnya, dalam rentang 12 bulan sampai Juni 2020 tumbuh 80 persen lebih dibandingkan tahun lalu.

Penelusuran untuk “drama Korea”, “korea drama”, dan “drakor” juga naik 130 persen dalam 12 bulan sampai Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami senang, semakin banyak brand yang mulai menggunakan YouTube. Kami berharap bisa membantu mereka menjangkau konsumen dengan cara spesial dan baru,” kata Randy.

“Kami juga mendengar, ada banyak pengiklan yang sangat terbantu YouTube dalam membangun kecintaan terhadap brand, terutama selama pandemi, dan mendorong penjualan sambil memberikan insight untuk menyesuaikan materi iklan bagi audiens yang berbeda,” katanya.

Merek susu Frisian Flag, misalnya, menangkap fenomena banyaknya ibu-ibu yang bekerja dari rumah karena Covid-19, sehingga semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk memasak.

Frisian Flag melihat peluang itu untuk meningkatkan konsumsi susu bubuk dengan menginspirasi para ibu melalui berbagai resep membuat kue di rumah.

Kueri penelusuran untuk “baking”, “kue”, dan “cookies” melonjak 100 persen di penelusuran YouTube sekitar bulan April (selama PSBB). Frisian Flag pun membuat 17 video resep yang mudah diikuti dengan penggunaan susu bubuk Frisian Flag.

Dengan menggunakan fitur baru di YouTube Search, video resep satu menit Frisian Flag ini dapat menjangkau pengguna yang mencari “kue” dan 6.000 kata kunci relevan lainnya.

Enesis Group produsen Adem Sari Ching Ku juga memanfaatkan fenomena peningkatan pengguna internet secara signifikan di masa pandemi. Produk herbal itu melihat peluang meningkatkan brand awareness produk lewat YouTube.

Enesis Group mengamini, media digital telah mengubah dunia dan memberikan peluang unik kepada perusahaan untuk terhubung dengan konsumen mereka dengan cara baru dan inovatif.

Untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi kepada audiens, YouTube menyarankan agar para marketer:
– Memanfaatkan populasi digital yang terus berkembang.
– Menjangkau setiap kategori konsumen, karena sekarang brand dapat memanfaatkan satu platform saja untuk menjangkau audiens berdasarkan minat dan passion-nya.
– Mengeksplorasi berbagai format konten, karena kini ada banyak kategori konten yang semakin populer.
– Terus berinteraksi dengan konsumen karena mereka selalu mencari berbagai jenis konten baru.(den/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs