Selasa, 25 Januari 2022

177 Meninggal dan 45 Orang Belum Ditemukan Dalam Bencana di NTT

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Bupati Lembata telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya, terhitung mulai 4 sampai 17 April 2021. Foto: BNPB Indonesia

Josef Nae Soi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan, sampai dengan Minggu (11/4/2021) malam jumlah korban meninggal akibat banjir bandang karena cuaca ekstrem tercatat sebanyak 177 orang.

“Sampai dengan hari ini jumlah korban akibat dari Siklon Tropis Seroja berjumlah 177 orang yang meninggal,” kata Wagub NTT dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minggu malam.

Angka itu mengalami kenaikan setelah sebelumnya pada Sabtu (10/4/2021) data BNPB menunjukkan 174 orang meninggal dunia di NTT.

Selain itu, terdapat 45 orang yang masih belum ditemukan setelah cuaca ekstrem disebabkan Siklon Tropis Seroja membuat terjadinya banjir bandang dan angin kencang di banyak daerah di NTT.

Rinciannya korban meninggal dunia paling banyak berasal dari Kabupaten Flores Timur sebanyak 72 orang, Lembata 47 orang, Alor 28 orang, Kabupaten Kupang 12 orang, Malaka tujuh orang, Kota Kupang enam orang, Sabu Raijua tiga orang, serta Ende dan Sikka, masing-masing satu orang.

Untuk orang yang hilang sebanyak 22 orang berasal dari Lembata, 13 orang dari Alor, lima orang dari Sabu Raijua, tiga orang dari Kabupaten Kupang, dan dua dari Flores Timur.

“Daerah-daerah yang belum terjangkau oleh kita yaitu di Kabupaten Kupang dan memang agak terlambat kita mendapatkan informasi karena memang kondisi daerahnya yang terputus karena hanya bisa dilalui jalan darat dan laut,” kata dia dilansir Antara.

Cuaca tidak bersahabat juga menjadi alasan bantuan belum pemerintah belum mencapai daerah tersebut, dengan terdapat beberapa desa di Kabupaten Kupang yang belum dapat terjangkau sampai saat ini.

Dia memastikan mulai hari ini Senin (12/4/2021) akan dikerahkan armada, termasuk helikopter, untuk menjangkau tempat-tempat yang belum terjangkau sebelumnya.

Untuk daerah dengan korban jiwa banyak seperti Flores Timur, Lembata, dan Alor seluruh dusunnya sudah dilayani sebagaimana mestinya.(ant/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Selasa, 25 Januari 2022
28o
Kurs