Sabtu, 18 Juli 2026

Peredaran Narkotika Jaringan Malaysia Gunakan Kemasan “Kuda Terbang” untuk Kelabuhi Petugas

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
BNNP Jatim memperlihatkan sejumlah barang bukti dari penangkapan pengedar narkotika di Jatim, termasuk 5,4 kilogram sabu siap edar. Foto: Istimewa

Peredaran narkotika jaringan Malaysia yang belum lama ini diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, disebut menggunakan kemasan baru untuk mengelabuhi petugas.

Brigjen Budi Mulyanto Kepala BNNP Jatim menerangkan, kemasan dengan logo kuda terbang itu, tak pernah ditemukan dalam operasi pengungkapan sebelumnya.

“Mereka menggunakan semacam sandi. Produknya menggunakan logo kuda terbang. Jadi masing-masing orang yang berperan dalam organisasi tersebut menggunakan istilah sandi seperti itu. Ini salah satu modusnya,” katanya dalam keterangan resmi pada Sabtu (18/7/2026).

Dia menambahkan, peredaran sabu itu dikendalikan oleh jaringan Malaysia, yang dikirim lewat jalur Batam sebelum akhirnya dibawa melalui jalur darat menuju Jatim. Sedangkan di Jatim, pengendalian distribusi sabu ini dikepalai oleh RI alias A, yang saat ini masih buron.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan pelaku ST dan SM mengaku telah empat kali terlibat dalam peredaran narkotika. Keduanya, memiliki peran berbeda dalam jaringan itu yakni, sebagai kurir dan penerima barang.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 18 Juli 2026
29o
Kurs