Peredaran narkotika jaringan Malaysia yang belum lama ini diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, disebut menggunakan kemasan baru untuk mengelabuhi petugas.
Brigjen Budi Mulyanto Kepala BNNP Jatim menerangkan, kemasan dengan logo kuda terbang itu, tak pernah ditemukan dalam operasi pengungkapan sebelumnya.
“Mereka menggunakan semacam sandi. Produknya menggunakan logo kuda terbang. Jadi masing-masing orang yang berperan dalam organisasi tersebut menggunakan istilah sandi seperti itu. Ini salah satu modusnya,” katanya dalam keterangan resmi pada Sabtu (18/7/2026).
Dia menambahkan, peredaran sabu itu dikendalikan oleh jaringan Malaysia, yang dikirim lewat jalur Batam sebelum akhirnya dibawa melalui jalur darat menuju Jatim. Sedangkan di Jatim, pengendalian distribusi sabu ini dikepalai oleh RI alias A, yang saat ini masih buron.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan pelaku ST dan SM mengaku telah empat kali terlibat dalam peredaran narkotika. Keduanya, memiliki peran berbeda dalam jaringan itu yakni, sebagai kurir dan penerima barang.

NOW ON AIR SSFM 100

