Kamis, 9 Februari 2023

70 Orang Mengungsi Akibat Banjir Luapan Sungai di Pasuruan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Banjir di Desa Kepulungan akibat meluapnya aliran sungai pada Rabu (3/2/2021) malam. Foto: Danang Yudistira via e100ss

BPBD Jatim mendata, setidaknya ada 70 orang warga dari sejumlah desa di Kecamatan Bangil yang mengungsi terdampak banjir luapan Sungai Kedunglaran di Kabupaten Pasuruan, Kamis (4/2/2021).

Banjir luapan Anak Sungai Werapi yang mengakibatkan lima rumah ambruk dan dua warga meninggal di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Pasuruan itu terjadi Rabu (3/2/2021).

Satriyo Nurseno Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim menyebutkan, tidak hanya di Kecamatan Gempol, banjir luapan sungai itu juga mengakibatkan banjir di Kecamatan Bangil dan Kecamatan Kraton, Pasuruan.

Ada lima desa di Kecamatan Bangil terdampak banjir. Baik Desa Kalirejo, Desa Tambakan, Desa Kalianyar, Desa Manarui, dan Desa Ledok. Sedangkan di Kraton yang terdampak Desa Tambakan dan Kalianyar.

“Yang masih ada genangan di Desa Kalirejo, Desa Tambakan, dan Kalianyar. Rata-rata 30-40 sentimeter. Di Keraton, Desa Sidogiri sudah surut, di Tambakrejo masih ada genangan 30-40 sentimeter,” katanya.

BPBD Jatim bersama Dinas Sosial sudah mendirikan dapur umum di Kecamatan Bangil karena ada 70 warga yang mengungsi dari ratusan Kepala Keluarga yang terdampak banjir.

“Ada pengungsian. Sekitar 70 warga mengungsi. Tim TRac kami sudah turun tadi malam. BPBD dan Dinsos sudah kirim logistik dan bikin dapur umum. Informasinya ada tanggul yang jebol,” ujarnya.

Soal tanggul yang jebol di Sungai Kedunglaran, yang merupakan Anak Sungai Werapi, Pasuruan, BPBD Jatim masih melakukan verifikasi. Satriyo sendiri belum mendapat laporan yang jelas.

“Tanggul jebol sudah ditangani pakai karung pasir. Kalau memang dibutuhkan kami akan pakai bronjong. Masih menunggu keputusan dari Pak Kalaksa. Lokasinya saya belum dapat detailnya,” katanya.(den/tin/ipg)

Berita Terkait