Rabu, 8 Februari 2023

Banjir Kepulungan, Lima Rumah Roboh dan Dua Warga Hilang

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Banjir yang terjadi di Desa Kepulungan, Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (3/2/2021) petang. Foto: @budi_dhrc via Twitter @e100ss

Banjir yang terjadi di Desa Kepulungan, Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (3/2/2021) petang, telah merobohkan lima rumah dan dua orang warga hingga saat ini masih belum ditemukan. Melihat kondisi rumah yang hancur, diduga dua warga tersebut hanyut atau tertimbun bangunan.

AKBP Rofik Ripto Himawan Kapolres Pasuruan Kabupaten mengatakan, banjir bandang ini merupakan banjir terparah sejak 40 tahun terakhir.

“Jadi begini, ini kejadian pertama selama 40-50 tahun terakhir,” kata AKBP Rofik kepada Radio Suara Surabaya, Rabu malam.

Menurut keterangan warga sekitar, hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore. Lalu air sungai mulai meluap sekitar pukul 18.10 WIB. Ditambah sampah yang dibawa air sungai membuat sampah tersangkut di Jembatan Biru.

“Jadi ketika sampah itu nyangkut di jembatan tidak bisa lewat, akhirnya mencari jalan, lalu meluap. Luapan air ini lah yang akhirnya menghantam beberapa rumah,” lanjutnya.

Timsar dan BPBD Kabupaten Pasuruan saat ini terus melakukan evakuasi dan upaya pencarian terhadap dua warga hilang tersebut.

Saat ini, hujan masih mengguyur kawasan itu meski sudah mulai mereda.

Sedangkan jalur utama Surabaya-Malang dan arah sebaliknya, perlahan sudah kembali dibuka. Namun pengendara masih diimbau untuk berhati-hati karena masih ada sisa endapan lumpur di sekitar lokasi.

“Sementara sudah kita buka pelan-pelan karena endapan lumpur kita geser pakai alat berat. Dua arus sudah kita buka pelan-pelan, sudah dibersihkan. Tapi masih kita imbau pelan-pelan karena belum bersih 100 persen,” jelasnya.(tin/lim)

Berita Terkait