Jumat, 12 Agustus 2022

Kualitas Penelitian Dosen Wajib Bereputasi Scopus guna Peningkatan Kampus Internasional

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
M. Ikhsan Wakil Rektor I Universitas Narotama Surabaya saat mengikuti zoom, Kamis (10/6/2021) Foto: Humas Universitas Narotama

Dosen perguruan tinggi saat ini tidak sekedar jadi pengajar. Dosen juga dituntut terlibat penelitian dan menghasilkan publikasi internasional bereputasi. Karena hal itu bisa menjadi indikator peningkatan rekognisi internasional.

Baru-baru ini, 21 riset paper dari para dosen Universitas Narotama mendapatkan publikasi internasional bereputasi Scopus. Dr. M. Ikhsan Setiawan Wakil Rektor I Universitas Narotama menyampaikan publikasi internasional bereputasi Scopus tidak hanya menjadi kewajiban pada dosen, tapi juga bisa meningkatkan rekognisi kampus di mata global.

“Scopus adalah publikasi internasional bereputasi yang levelnya paling tinggi. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi institusi untuk bisa semakin dikenal secara internasional lewat publikasi ilmiah dari penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para dosen,” terang Ikhsan, Kamis (10/6/2021).

Publikasi Scopus juga menjadi salah satu bagian dari penilaian kinerja perguruan tinggi dari Kementrian Pendidikan yang mengharuskan kampus tidak hanya melakukan proses teaching, belajar mengajar, tapi juga penelitian dan rekognisi secara internasional lewat publikasi.

“Kami juga menargetkan jumlah publikasi Scopus setiap semester dan mempermudahnya dengan mengadakan konferensi internasional call for paper. Selain itu juga kami menargetkan jumlah penelitian untuk publikasi menengah seperti Google Scholar,” lanjut Ikhsan.

Ikhsan juga menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan para dosen untuk bisa membuat penelitian yang masuk publikasi internasional bereputasi Scopus.

“Penelitiannya harus punya kualitas penelitian yang baik, serta memiliki keterbaruan yang cukup tinggi. Paper yang dihasilkan juga harus bebas plagiasi dari pemeriksaan dengan anti plagiasi,” tambah Ikhsan.

Paper penelitian juga akan melalui proses review dengan standar yang cukup ketat, sehingga tidak sembarang paper bisa terpublikasi di Scopus. “Jika memenuhi standar, baru bisa dipublikasi. Maka dari itu kami terus mendorong para dosen untuk membuat penelitian dan paper yang baik dengan keterbaruan yang tinggi. Alhamdulillah sejauh ini paper dosen Universitas Narotama banyak yang sudah terpublikasi di Scopus,” pungkas Ikhsan.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 12 Agustus 2022
26o
Kurs