Sabtu, 25 Juni 2022

ABK KRI Nanggala 402 Tak Sempat Pakai Escape Suit Saat Keadaan Darurat

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Escape Suit MK11 KRI Nanggala 402 yang ditemukan oleh Tim SAR MV Swift Rescue Singapura saat identifikasi puing, Minggu (25/4/2021). Foto: Reuters

Tim SAR MV Swift Rescue, kapal selam pendukung dan penyelamat Angkatan Laut Singapura membawa serta bukti otentik berupa escape suit (pakaian penyelamat) MK11 milik KRI Nanggala 402 yang terlepas dari kotaknya.

Laksamana TNI Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menjelaskan, escape suit itu seharusnya berada dalam kotak darurat di dalam buritan atau badan utama KRI Nanggala 402. Artinya, escape suit sengaja dikeluarkan dari kotaknya.

“ini adalah baju escape suit yang biasanya ini ditaruh di kotak, tapi ini bisa lepas berarti ada kedaruratan sehingga diambil dari kotak untuk dipakai,” katanya dalam konferensi pers di Bali, yang disiarkan lewat akun YouTube resmi milik TNI Angkatan Laut, Minggu (25/4/2021).

Pakaian penyelamat atau escape suit itu berfungsi melindungi pemakainya ketika keluar kapal selam dalam keadaan darurat. Setelan ini dilengkapi pelampung khusus dengan daya apung yang membantu pemakainya naik ke permukaan laut.

Tim SAR MV Swift Rescue menemukan itu terapung tidak jauh dari lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402. Yudo pun menyampaikan, para ABK sebenarnya sudah mengeluarkan escape suit itu tapi tidak sempat memakainya.

“Kemungkinan belum sempat dipakai, kondisinya sudah darurat,” ujarnya setelah Marsekal Hadi Panglima TNI menyatakan bahwa seluruh ABK KRI Nanggala 402 yang berjumlah 53 orang gugur saat menjalankan tugas negara.

Escape suit itu ditemukan ketika MV Swift Rescue melakukan identifikasi hasil kontak yang dilakukan KRI Rigel. Berdasarkan tangkapan visual Remotely Operated Underwater pressure (ROV) milik kapal Singapura itu mendeteksi beberapa bagian KRI Nanggala.

Di antaranya kemudi vertikal belakang kapal selam buatan Jerman itu, kemudian berhasil menangkap citra badan kapal atau bagian buritan kapal atau badan utama yang masih utuh. Yudo menduga, akibat tekanan di kedalaman laut, buritan itu mengalami keretakan.

Seperti yang disampaikan Yudo, KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian. Dalam kondisi subsunk (tenggelam) di kedalaman 838 meter di dasar laut itu, sangat kecil kemungkinan ABK KRI Nanggala bisa diselamatkan.

Panglima TNI bilang untuk upaya evakuasi bangkai KRI Nanggala 402, TNI akan berkoordinasi dengan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (Ismerlo). Menurutnya, upaya evakuasi itu perlu adanya keterlibatan atau bantuan luar negeri.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 25 Juni 2022
24o
Kurs