Senin, 30 Januari 2023

Asrama Haji Surabaya Tambah Satu Gedung Lagi untuk Isolasi Mandiri

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Sugianto Kepala Asrama Haji Surabaya mengatakan, pihaknya kembali membuka satu gedungnya untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG).

Satu gedung tambahan ini, kata Sugianto, akan digunakan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemkot Surabaya bersama-sama.

“Ada gedung satu lagi yang baru diproses tadi malam rupanya akan digunakan bersama Pemkot dan Pemprov. Pemprov akan menaruh PMI yang positif di gedung E2, kemudian Pemkot kalau membutuhkan juga diizinkan di sana. Dipakai berdua,” terangnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (24/6/2021).

Gedung E2 terdiri dari dua lantai dengan daya tampung antara 200-300 orang.

Beberapa hari sebelumnya, kata Sugianto, ada 2 gedung yang diserahkan kepada Pemkot Surabaya yaitu gedung E dan hall E.

Dia menambahkan, selama lima hari terakhir pasien Covid-19 di Asrama Haji menunjukkan peningkatan dan berada di level 1 dengan jumlah yang masuk antara 9-20 orang.

“Hari ini saya catat lima hari terakhir trennya naik terus 353 sampai sekarang 513,” katanya.

Tren kenaikan ini, menurut Sugianto, juga karena mulai terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan isolasi mandiri.

“Saya amati masyarakat sudah mulai sadar kalau sakit tidak perlu menularkannya, saya harus segera isolasi mandiri ke rumah sakit,” jelas Sugianto.

Untuk proses isolasi mandiri di Asrama Haji gedung milik Pemerintah Provinsi Jatim ini, pihaknya memastikan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Tidak dipungut biaya, gratis dan tidak bayar. Baik kamarnya maupun makan tiga kali sehari dan pelayanan dokter dan medis,” tegasnya.

Bagi warga yang akan isolasi mandiri di Asrama Haji cukup menunjukkan hasil swab PCR positif dan KTP. Warga luar Surabaya, kata Sugianto, juga bisa melakukan proses isolasi mandiri di sana.

Dia menyarankan, agar masyarakat yang isoman menyiapkan pakaian ganti selama beberapa hari ke depan. Sedangkan untuk yang belum sempat membawa karena terburu-buru, bisa meminta keluarga untuk mengirimkannya ke Asrama Haji.

“Bisa dikirim dari rumah melalui ojek online nanti dititipkan ke resespsionis 24 jam,” ucapnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait