Jumat, 3 Desember 2021

Bahasa Daerah di Jatim Tidak Hilang, Namun Wajib Dijaga

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Cuplikan film Yowis Ben, yang mana di film tersebut para tokoh menggunakan bahasa Jawa Timuran.

Keberadaan bahasa daerah di Indonesia kian hari makin tersisih, bahkan beberapa bahasa daerah terancam punah karena sepi penutur. Beruntungnya kondisi ini tidak terjadi di Jawa Timur, Dr Asrif M. Hum Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dalam program Wawasan Suara Surabaya mengatakan, bahasa Jawa dan Bahasa Madura di Jawa Timur masih sering dipergunakan.

“Di Jawa Timur, ada dua bahasa utama yang masih digunakan oleh masyarakat, sekalipun ada bahasa Mandar, Bajo, Bugis, dan Bahasa Osing di Banyuwangi. Kami tidak melakukan upaya revitalisasi bahasa karena penggunaan bahasa daerah ini tidak sedang sakit, atau sekarat,” Kata Asrif, Senin (25/10/2021).

Meski demikian, Balai Bahasa Jatim tetap berkewajiban ikut menjaga dan melestarikan penggunaan bahasa daerah, dan pada khususnya Bahasa Indonesia.

“Kami terus kawal kegiatan sosialisasi penggunaan bahasa, setiap tahunya kita pilih Duta Bahasa sebagai perwakilan sosok anak muda yang menguasai berbagai bahasa. Kami melahirkan tokoh muda ini sebagai sinyal, pentingnya menjaga dan mengembangkan bahasa terutama bahasa Indonesia. Mereka sosok anak muda yang menguasai bahasa asing, mengutamakan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah. Sebab dengan penguasaan banyak bahasa, maka kecerdasan akan meningkat. Kita semakin memiliki kosa kata yang banyak,” tambahnya.

Sejak 2006, Badan Pengembangan Bahasa dan Pelindungan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur telah melakukan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur. Para duta bahasa yang sudah terpilih akan menjadi mitra kerja Balai Bahasa Jawa Timur dalam memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang tertib.

Selain duta bahasa, Balai Bahasa Jatim juga menggandeng komunitas dan keterlibatan para guru untuk mengembangkan bahasa daerah sebab bahasa adalah sumber kekayaan peradaban.

“Balai bahasa tidak akan bisa menjangkau semua wilayah di Jatim, karena itu kami perlu libatkan guru dan kawan-kawan komunitas serta duta bahasa sebagai sarana sosialisasi. Pakailah bahasa Indonesia dan jangan malu menggunakan bahasa daerah. Jangan merasa minder, tidak ada yang lebih tinggi harkat dan martabat antar daerah. Semua bahasa daerah itu baik jadi mari beri penghormatan yang sama, soal bahasa ini juga termaktub dalam ikrar Sumpah Pemuda, menjunjung bahasa persatuan,” terang Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Dalam perbincangan tadi, Dr Asrif M. Hum juga mengapresiasi munculnya artis-artis yang menggunakan bahasa daerah dalam karyanya, seperti Almarhum Didi Kempot yang turut andil dalam pelestarian budaya bahasa Jawa. (rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs