Selasa, 25 Januari 2022

11 Bahasa Daerah Terancam Punah, Rejang Lebong-Enggano dari Bengkulu di Antaranya

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Michelle dan Rizka saat berbincang dengan kedua pengajar bahasa Jerman di SMAN 15 Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Yanti Riswara Kepala Kantor Bahasa Bengkulu menyebutkan, dua bahasa daerah dari Provinsi Bengkulu, yaitu bahasa daerah Rejang dan Enggano terancam punah berdasarkan hasil penelitian gaya hidup saat ini.

“Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyebutkan bahwa ada 11 bahasa daerah yang terancam punah, termasuk dua bahasa daerah dari Bengkulu yaitu bahasa Rejang dan Enggano,” katanya, seperti dilansir Antara, Kamis (5/8/2021).

Dia mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemetaan bahasa yang dilakukan oleh badan bahasa dan balai/kantor bahasa se-Indonesia, ada tiga bahasa daerah di Provinsi Bengkulu, yaitu bahasa Rejang, bahasa Melayu Bengkulu, dan bahasa Enggano.

“Dari ketiga bahasa daerah tersebut, bahasa Rejang dan Enggano terancam punah sedangkan bahasa Melayu Bengkulu seperti di daerah Serawai, Pesemah, dan Mukomuko masih tergolong aman,” katanya.

Saat ini, katanya, selain bahasa Rejang dan Enggano, bahasa daerah lain yang terancam punah sebagian besar berasal dari Indonesia bagian timur yaitu Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Karena itu, pihaknya berharap dua bahasa daerah Enggano dan Rejang yang merupakan bahasa asli masyarakat Provinsi Bengkulu tidak ikut punah karena perkembangan zaman.

“Untuk menjaga agar bahasa-bahasa daerah yang ada di Bengkulu tidak sampai punah, masyarakat harus kembali menghidupkan bahasa daerah tersebut dengan melakukan upaya agar generasi muda tetap menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Yanti menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama agar bahasa tidak punah, yaitu pertama pengajaran muatan lokal bahasa daerah, kedua, setiap keluarga kembali menggunakan bahasa daerah di lingkungan keluarga masing-masing dan ketiga, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pelestarian bahasa daerah, dengan membuat program-program pembinaan bahasa daerah, termasuk membuat kamus.

Dengan dilakukannya ketiga hal tersebut, Yanti yakin bahasa daerah Rejang dan Enggano serta bahasa daerah lainnya yang ada di provinsi tidak akan punah.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Selasa, 25 Januari 2022
28o
Kurs