Sabtu, 21 Mei 2022

BNPB Mencatat Ada 5200 Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Abdul Muhari Plt Kapusdatin BNPB. Foto: Tangkapan layar

Abdul Muhari Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, sementara ini tercatat ada 5.205 warga masyarakat Lumajang yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru.

Jumlah itu terdiri dari masyarakat yang terkena awan panas guguran di dua kecamatan, dan terdampak debu vulkanik di delapan kecamatan wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Data tersebut berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Lumajang dan BPBD Provinsi Jawa Timur, sampai petang hari ini, Minggu (5/12/2021), pukul 17.30 WIB.

“Jumlah masyarakat terdampak baik itu awan panas guguran di dua kecamatan, kemudian masyarakat terdampak debu vulkanik di delapan kecamatan, totalnya 5.205 jiwa,” ujarnya dalam keterangan pers, malam hari ini, di Graha BNPB, Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB yang berada di Lumajang, Muhari menyebut ada sebanyak 1.300an orang yang mengisi tempat pengungsian.

Sementara, masih ada sembilan orang yang dalam proses pendataan, untuk memastikan statusnya hilang dan masih dalam pencarian, atau korban meninggal dunia.

Pada kesempatan itu, Abdul Muhari mengungkap data jumlah korban meninggal dunia ada 14 orang.

Empat jenazah sudah teridentifikasi, yaitu dua warga Desa Supit Urang, dan dua lagi warga Desa Sumber Wuluh.

Sedangkan lima jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Haryoto, dan lima lainnya di RS Bhayangkara Lumajang.

Kemudian, korban luka berat tercatat sebanyak 35 orang. Sementara korban yang mengalami luka ringan sebanyak 21 orang.(rid)

Bagikan
Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
28o
Kurs