Rabu, 25 Mei 2022

BPOM Ingatkan Masyarakat Jangan Gampang Percaya Promosi Produk Obat Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Penny Kusumastuti Lukito Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan. Foto: BPOM

Pemerintah menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Di antaranya, dengan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, menggencarkan program vaksinasi, serta terus memberikan informasi faktual buat masyarakat.

Penny Kusumastuti Lukito Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, masyarakat punya peran penting mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

Selain disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi, menurutnya hal yang juga penting di masa pandemi adalah kemampuan masyarakat memilah dan memahami informasi.

Terkait itu, Penny mengimbau masyarakat jangan gampang terpengaruh promosi produk obat medis, obat tradisional mau pun suplemen kesehatan dengan klaim bisa mencegah atau mengobati Covid-19.

“Untuk melengkapi upaya percepatan penanganan pandemi, BPOM kembali mengimbau masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya kunci dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Masyarakat juga agar bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan yang digunakan dalam penanganan Covid-19, serta tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat, obat tradisional mau pun suplemen kesehatan dengan klaim dapat mencegah atau mengobati Covid-19,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Seperti diketahui, beberapa bulan lalu, banyak masyarakat berburu obat merek Ivermectin yang diklaim bisa mengobati Covid-19. Sehingga, harga obat tersebut melambung tinggi.

Kemudian, ada herbal bernama Qusthul Hindi, dan sekarang ada Molnupiravir yang disebut efektif mengobati infeksi Virus Corona di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, Molnupiravir masih perlu uji klinis sebelum mendapat rekomendasi sebagai obat terapi penyembuhan Covid-19.

Menurut Wiku, sebelum bisa dipakai terapi pengobatan Covid-19 di Indonesia, Molnupiravir juga harus melalui serangkaian pengetesan di BPOM.

Profesor Wiku mengingatkan, obat-obatan untuk setiap pasien Covid-19 berbeda, sesuai kondisi dan tingkat keparahan penyakitnya.

Maka dari itu, anjuran dokter sangat penting dalam terapi pengobatan. Wiku menegaskan, masyarakat tidak boleh mengonsumsi obat tanpa rekomendasi dan pengawasan dokter.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
30o
Kurs