Minggu, 29 Mei 2022

Cerita Mahasiswa Magang Unesa di Lumajang Beralih Jadi Relawan Pascaerupsi Semeru

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Mahasiswa Unesa saat bertugas di posko evakuasi korban APG Semeru, Senin (6/12/2021). Foto: Humas Unesa

M. Alwi Hussein, Eka Syamratul Fikriyah, Ajeng Tialin Natasya dan Putri Nurlailia adalah empat mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNESA yang tengah melangsungkan magang di desa wisata, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang yang bertepatan dengan erupsi Gunung Semeru.

Tempat magang mahasiswa itu merupakan salah satu yang terdampak terpaan abu vulkanik. Namun, khusus di desa basecamp mereka, tidak terlalu parah dan dijadikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga desa lainnya.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, (4/12/2021). Kepulan awan hitam dan lahar panas menggelapkan langit di sekitar Kabupaten Lumajang dan Malang.

Pascaerupsi Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG) hingga menyebabkan beberapa perkampungan lereng gunung terendam lumpur dan memakan beberapa korban.

Eka Syamratul Fikriyah, menceritakan bahwa sejak erupsi pertama terjadi, dia dan tiga temannya langsung mengalihkan program magangnya ke program relawan dengan membantu proses evakuasi dan meringankan beban warga di tempat pengungsian.

Bahkan dia dan teman-temannya menjadikan basecamp magang sebagai posko bencana. Sehari-hari mereka membantu petugas melakukan pendataan korban dan kerusakan di lapangan.

Selain itu, juga membantu dalam pendistribusian barang kebutuhan pokok warga di lokasi. “Kami bantu warga dan masyarakat, kami harus jadi relawan, ini penting dan untuk kemanusiaan,” ujar Eka Syamratul.

Di salah satu posko lokasi pengungsian, Eka Syamratul Fikriyah mengatakan jika warga sangat membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan pokok mereka.

Kebutuhan pokok yang dibutuhkan di antaranya, seperti air bersih, makanan, hingga pakaian. Kemudian, juga tempat tidur sementara seperti tikar, tenda-tenda posko, bantal dan mantel.

“Obat-obatan juga perlu, agar kondisi warga yang mengungsi bisa sehat dan masih banyak lagi. Kalau untuk anak-anak dan lansia kita bantu larikan ke puskesmas terdekat,” terang Eka Syamratul Fikriyah.

Aktivisme sosial mahasiswa Unesa tidak hanya fokus pada mencukupi dan membantu kebutuhan materil saja, mereka juga melakukan trauma healing pascaerupsi Semeru.

Untuk itu Unesa juga memberangkatkan relawan dari Satuan Mitigasi Crisis Centre (SMCC) Unesa yang bertugas memberikan sentuhan psikologis, terutama untuk anak-anak.

“Doa dari segenap masyarakat di Indonesia juga tak kalah penting agar bencana ini lekas berakhir, serta korban-korban yang masih belum ditemukan segera mendapat titik terang,” harap Alwi Hussein.(wld/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
28o
Kurs