Senin, 15 Agustus 2022

DPR: Perlu Tiga Langkah Bijak Hadapi Varian Omicron

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Rahmad Handoyo anggota Komisi IX DPR RI. Foto Faiz suarasurabaya.net

Rahmad Handoyo anggota Komisi IX DPR RI menyarankan tiga langkah bijak untuk menyikapi munculnya varian baru virus Corona bertipe B1.1529, sebagai virus yang langsung ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) sebagai varian of concern (VoC). Varian yang juga disebut ‘Omicron’ ini juga disebut varian super yang dilaporkan berasal dari Afrika Selatan.

“Langkah pertama atau paling utama dalam menyikapi kemunculan varian baru yang telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat dunia ini, ya, kita tidak boleh panik dan khawatir, Ini penting dan yang utama,” kata Rahmad dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Rahmad menjelaskan, pada dasarnya karakteristik virus adalah bermutasi. Dengan bermutasi, virus bisa menjadi semakin lemah atau juga sebaliknya, yakni semakin mengkhawatirkan.

Artinya, menurut dia, proses penularannya bisa semakin cepat, seperti halnya prediksi para ahli tentang Covid-19 varian baru yang dinamai Omicron.

“,Melihat karakteristik virus secara biologis, maka mutasi adalah sebuah keniscayaan. Karena itulah kita tidak punya banyak pilihan, harus menghadapi dengan tenang, jangan panik,” jelasnya.

Langkah kedua, menurut Rahmad, adalah Indonesia harus mengikuti rekomendasi WHO serta parah ahli di bidang ini. Indonesia harus berkoordinasi dan bersinergi dengan masyarakat internasional guna meningkatkan pemahaman, antisipasi dan pengendalian tentang varian Omicron.

“Rekomendasi dan kebijakan yang ditetapkan WHO dalam menghadapi virus Omicron ini harus jadi perhatian kita. Kemudian ditambah lagi dengan kebijakan kita sendiri, baik untuk menambah dan menyesuaikan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sesuai rekomendasi WHO dan ahli, varian baru ini dihadapi dengan cara ilmiah dan berbasis risiko. Artinya, lanjut Rahmad, penerapan 3T (testing, tracing, treatment) harus diperkuat.

“Selanjutnya yang berbasis risiko, kita tetap mengupayakan perubahan perilaku dengan memasifkan 3M lalu ditambah mengurangi mobilitas, aktivitas, dan berkunjung tempat keramaian,” kata dia.

Rahmad menambahkan, untuk saat ini, satu di antara cara efektif melawan pandemi adalah vaksinasi. Menurut WHO dan para ahli secara ilmiah vaksin cukup efektif melawan Covid apapun itu variannya. Meskipun varian Omicron yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan serta telah menyebar ke sejumlah negara itu diprediksi bisa melawan vaksinasi. Namun vaksinasi harus terus digencarkan sesuai target pemerintah. Serta, sambil jalan para ilmuwan tentu akan terus mengkaji, memperbaiki menyempurnakan terhadap vaksin.

“Paling tidak vaksinasi kita optimalkan melawan covid 19,” tegasnya.

Langkah ketiga, menurut Rahmad, adalah sementara menunggu perkembangan selanjutnya, pintu-pintu masuk ke Indonesia, baik di bandara atau pelabuhan laut, hingga perbatasan darat, harus dijaga secara ketat.

“Warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dan warga Indonesia yang kembali dari negara lain, harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Kewajiban karantina harus diperketat karena karantina adalah pertahanan negara juga dari ancaman virus mutasi dari luar (Indonesia),” pungkas Rahmad.(faz/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs