Kamis, 28 Oktober 2021

DPRD Surabaya Segera Panggil Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah Soal Polemik Seragam Siswa MBR

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
seragam-smp Ilustrasi. Foto: Istimewa

Kasus orang tua siswa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bahkan siswa dari jalur Mitra Warga, yang tetap harus membeli seragam sekolah tidak hanya dialami siswa dalam hitungan jari. Bukan hanya empat warga, tapi sudah ada beberapa fakta serupa yang diakui sejumlah warga yang terdata sebagai warga MBR.

Baru-baru ini, laporan yang masuk ke Radio Suara Surabaya ada seorang laki-laki yang setiap harinya bekerja sebagai kuli pelabuhan mengaku harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp1 juta untuk membelikan bahan seragam anaknya dari sekolah. Padahal anaknya masuk SMP Negeri melalui jalur Mitra Warga Pemkot Surabaya.

Keluhan warga MBR ini adalah satu dari sekian orang tua terkategori MBR di Surabaya yang harus pontang-panting mencari uang untuk membayar uang seragam yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal, Pemkot Surabaya sudah menegaskan mereka seharusnya akan mendapatkan seragam dan biaya pendidikan lain dari Pemkot Surabaya.

Menanggapi hal itu, Badru Tamam Komisi D Anggota DPRD Surabaya mengatakan, komisinya akan segera memanggil Dinas Pendidikan Surabaya dan para kepala SMP Negeri di Surabaya untuk dipertemukan dan berbincang terkait masalah ini.

InsyaAllah dalam minggu ini pihak dinas dan sekolah akan dipanggil agar mereka bisa mengembalikan uang seragam yang telah dibayarkan siswa MBR,” kata Badru Tamam kepada Radio Suara Surabaya, Senin (6/9/2021) siang.

Pihaknya juga akan mendalami, bagaimana awal mula masalah seragam bagi pelajar MBR ini berasal. Ia juga berharap baik Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah mau bertanggung jawab untuk mengembalikan uang para siswa MBR itu.

“Itu yang akan kami tanyakan ke dinas, apakah ini perintah atau ‘kreatifitas’ sekolah untuk melakukan hal seperti itu. Karena masalah seragam ini sudah tahun ke tahun berlaku. Kalau dulu masyarakat diam karena masih ada pendapatan, karena pandemi mereka akhirnya berteriak,” ujarnya.

Namun, saat ditanya tentang jumlah anggaran yang seharusnya disiapkan oleh Pemkot Surabaya dan apakah anggaran itu sudah turun ke sekolah-sekolah, Badru mengaku belum mengetahuinya.

“Yang saya tahu sudah dianggarkan, tapi saya tidak ingat jumlahnya. Seharusnya sudah turun,” katanya.(tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Kamis, 28 Oktober 2021
27o
Kurs