Senin, 27 September 2021

Dugaan Beda Data Covid-19, Eri Cahyadi: Sejak Awal Tidak Ada yang Saya Tutupi

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Foto : Humas Pemkot

Data kematian Covid-19 di Kota Surabaya yang dirilis Pemprov Jawa Timur (Jatim) dengan data versi Pemkot Surabaya berbeda.

Menanggapi hal ini, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, ketika ada data masuk dalam dalam pelaporan New All Record (NAR) yang diatur Kementerian Kesehatan ditarik dari hasil PCR, sedangkan Pemprov menarik dalam titik yang berbeda.

Perbedaan yang dimaksudkan Eri, Pemprov Jatim hanya mempublikasikan kasus kematian yang disertai hasil swab PCR. Sementara pihaknya menampilkan data kematian suspect dan probable dari swab antigen positif.

“Karena sejak awal kita sudah melakukan swab antigen, begitu positif sudah kami tangani, sebab buat kami, positif itu sudah menjadi tanda-tanda ke arah sana, (Covid-19), Allhamdulilah akhirnya Permenkes juga mengeluarkan, swab antigen positif, dianggap positif (Covid-19),” urainya.

Eri juga menegaskan jika pihaknya sejak awal sudah membeberkan jumlah pasien Covid-19  di Surabaya 3 ribu orang. “Kalau sekarang jadi 9 ribu itu hal yang wajar, karena sejak awal saya bilang 3 ribu,” tegasnya.

Soal data meninggal akibat Covid-19, Eri menegaskan pihaknya tahu betul jumlahnya, berdasar jenazah yang berasal dari rumah sakit, ada juga yang dari pemulasaraan.

”Yang dimakamkan selalu prokes, jadi kami tahu berapa per harinya itu yang ada di TPU Keputih, belum lagi di TPU lain, ditambah lagi, belum yang dimakamkan, tapi belum di swab antigen, ya masih banyak lagi,” paparnya.

Kata Eri,  pihaknya juga akan lebih gencar melakukan tracing untuk menemukan kasus di masyarakat.

“Semakin kita melakukan tracing semakin banyak  yang bisa kita lakukan. Itu buat saya. Tracing akeh, sing loro akeh, itu bukan semakin buruk saya di Surabaya, tapi penanganan yang harus saya lakukan semakin masif, sehingga saya bisa melakukan seperti begini, atau seperti itu, semakin banyak tahu yang harus dilakukan. Kalau saya selalu terbuka tidak pernah menutup-nutupi ,” tukasnya. (man/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
33o
Kurs