Jumat, 26 Februari 2021

Gubernur Jatim: WFH Seharusnya Bikin ASN Lebih Produktif

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Rutinitas pagi Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur selama isolasi mandiri. Foto: Instagram @khofifah.ip

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, dampak Pandemi Covid-19 yang juga dialami Jatim seharusnya membuat aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jatim lebih produktif.

Dia ceritakan anaknya yang berkerja di sebuah lembaga luar negeri yang harus bekerja dari rumah (work from home/WFH) justru makin sibuk daripada ketika situasi normal sebelum pandemi.

“Nah idealnya ASN kita yang bekerja di rumah makin produktif, karena mereka menjadi sangat dekat dengan anggota keluarga,” kata Khofifah dalam Rapat Inovasi dan Program Strategis Perangkat Daerah.

Pandemi Covid-19, kata dia, tentu saja mengubah pola pikir dan pola kerja ASN agar tetap produktif mengabdikan kebaikannya untuk pembangunan negeri. Khususnya untuk provinsi seluas Jawa Timur.

Perubahan pola pikir itu, menurutnya justru meningkatkan kreativitas, produktivitas dan inovasi para ASN. Dia memuji beragam inovasi yang telah dilakukan oleh ASN Pemprov Jatim.

Dia nyatakan itu setelah mendengar sejumlah pemaparan oleh masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat yang berlangsung Sabtu (23/1/2021).

“Saya melihat inovasi yang akan dilakukan Kepala OPD pada 2021 ini sangat baik. Tentu itu berasal dari kerja dan pemikiran yang dimiliki tenaga ASN kita. Inovasi yang baik, berarti baik pula kinerja ASN kita,” ujarnya.

Khofifah pun berharap, pengimplementasian hasil inovasi itu juga bisa berlangsung baik. Sehingga kebaikan itu bisa menetes dalam pembangunan yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jatim.

Khofifah mencontohkan sejumlah inovasi yang sudah dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jatim di tengah segala keterbatasan yang muncul akibat Pandemi Covid-19.

Ada beragam inovasi yang memanfaatkan internet (online/daring). Di antaranya layanan E-Satya, E-Presensi, E-Superdana, Klinik Konsultasi Karier ASN, Digital Signature, juga Asessment Online.

Nurkholis Kepala BKD Jatim menambahkan, inovasi lain yang dilakukan BKD antara lain e-Mutasi Jabatan Pelaksana, e-Cuti, Surat Dinas Elektronik, Sistem Informasi PPPK, dan Rapid Asessment Jabatan Pelaksana.

Namun, di tengah beragam inovasi itu, BKD Jatim yang menangani 78.351 tenaga ASN di lingkungan Pemprov mengalami kendala. Ada 2.521 ASN yang akan memasuki usia pensiun pada 2021 ini.

Mereka yang akan pensiun terutama berasal dari unsur pejabat struktural, pejabat fungsional, dan tenaga teknis. Termasuk di antaranya yang juga penting adalah guru, tenaga kesehatan, serta pejabat pelaksana.

Setidaknya ada 17 pejabat Eselon II, 70 pejabat Eselon III, dan 115 pejabat Eselon IV yang masuk usia pensiun sampai 1 Maret mendatang. Demikian halnya kebutuhan guru yang belum merata di Jatim.

Demi mengisi kekosongan ASN yang akan pensiun, tahun ini BKD Jatim mengajukan 16.398 formasi seleksi ASN. Antara lain 1.586 CPNS dan 14.812 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Jumat, 26 Februari 2021
32o
Kurs